Purbaya: Gejolak Pasar Saham Tak Cerminkan Kondisi Fundamental Ekonomi secara Keseluruhan

ERA.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai gejolak di pasar saham tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Purbaya berujar untuk merespons penghentian sementara perdagangan (trading halt) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kedua kalinya.

Purbaya bilang, insinden itu cuma efek kejut (shock) sementara di pasar dan diperkirakan cuma sebentar, sekitar dua hingga tiga hari saja. 

"Ini mungkin orang syok akan possibility. Kita pasarnya dianggap pasar frontier level. Tapi saya kira enggak akan turun ke sana karena fondasi kita bagus," kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Tak cuma itu, Purbaya juga menyoroti pergerakan saham-saham spekulatif yang sejak lama diingatkan untuk dibersihkan dari bursa.

"Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya sudah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan kan. Tapi yang (saham) besar-besar kan masih ada, yang saham-saham blue chip. Kalau Anda takut, lari aja ke situ," ujar dia. 

Sebagaimana diketahui, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham pada Kamis, pukul 09.26 WIB, dalam sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah IHSG anjlok hingga 8 persen.

Pada saat itu, IHSG tercatat turun 665,89 poin atau 8,00 persen ke level 7.654,66. Sesuai ketentuan, perdagangan dilanjutkan kembali pada pukul 09.56 WIB tanpa perubahan jadwal sesi perdagangan.

Menkeu Purbaya memandang tekanan pasar utamanya dipengaruhi sentimen terkait evaluasi indeks oleh MSCI terhadap transparansi bursa efek Indonesia.

Dirinya mengatakan sejumlah catatan yang disampaikan akan ditindaklanjuti oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas.

Meski terjadi trading halt hingga dua kali, ia mengatakan tetap optimistis kinerja IHSG ke depan akan menguat bisa menembus level 10.000 pada akhir 2026. "Optimistis (IHSG) 10.000. Enggak usah takut," ujar Purbaya.