Ngerinya MBG di Cianjur, Ratusan Siswa Dibuat Keracunan termasuk Pengelola SPPG

ERA.id - Polres Cianjur, Jawa Barat, meminta keterangan sejumlah saksi guna menyelidiki kasus keracunan yang menimpa sekitar 300 orang siswa di tiga kecamatan termasuk pengelola dapur SPPG.

Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi di Cianjur, Kamis kemarin mengatakan, sampai saat ini sudah meminta keterangan terhadap saksi lebih dari lima orang sebagai prosedur tetap untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Termasuk mengambil sampel makanan untuk diperiksa guna kepentingan evaluatif penyajian makanan di masa yang akan datang, sehingga tidak kembali terjadi keracunan masal yang membuat ratusan siswa terpaksa menjalani perawatan medis," ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan dan pengembangan guna memastikan ke depan tidak kembali terjadi keracunan masal terhadap siswa di Cianjur sebagai penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sedangkan terkait kondisi ratusan siswa yang mengalami keracunan di tiga kecamatan pada beberapa hari yang lalu, Kapolres memastikan sudah kembali pulih dan beraktivitas seperti semula dan tetap mendapat pengawasan dari tenaga kesehatan.

Hal senada terucap dari Camat Cikalongkulon Iyus Yusuf, mengatakan dari 250 orang siswa yang mengalami keracunan usai menyantap MBG di wilayahnya, saat ini seluruhnya sudah kembali pulih dan bersekolah seperti biasa.

"Tinggal lima orang yang dirujuk ke rumah sakit masih menjalani perawatan, sedangkan sebagian besar siswa sudah kembali pulang dan kembali bersekolah, empat orang dewasa dan satu anak yang masih di rumah sakit " katanya.

Humas RSUD Sayang Cianjur Raya Sandi, mengatakan hingga saat ini masih ada lima orang pasien yang masih menjalani perawatan karena saat datang mengalami gejala keracunan cukup parah, dan kini kondisi mereka terus membaik setelah mendapat perawatan.

"Kondisi kelima orang pasien datang dengan kondisi gejala keracunan cukup parah, empat orang dewasa dan satu orang anak, saat ini kondisi terus membaik dan kami pastikan benar-benar sembuh sebelum diperbolehkan pulang," katanya.