Bukan Hanya Indonesia, 5 Negara Ini Punya Tradisi Mudik yang Tidak Kalah Heboh
ERA.id - Tradisi mudik yang identik dengan perayaan hari raya besar bukan hanya terjadi di Indonesia. Di berbagai belahan dunia hari raya juga menjadi alasan jutaan hingga miliaran orang berpergian bersamaan menuju kampung halaman. Bukan hanya soal perjalanan, tradisi mudik di tiap negara memiliki warna dan cerita uniknya masing-masing.
Berikut ini lima tradisi mudik di dunia yang tidak kalah seru dari Indonesia:
1. Şeker Bayramı
Turki punya tradisi yang mirip dengan Indonesia saat merayakan Idulfitri, yang mereka sebut sebagai Şeker Bayramı atau "Festival Gula".
Dikutip dari The Istanbul Insider, momen ini menjadi waktu bagi warga kota besar seperti Istanbul untuk bersama-sama kembali ke kampung halaman mereka di Anatolia atau wilayah pesisir. Sama seperti di tanah air, tradisi utamanya adalah mengunjungi keluarga yang lebih tua, mencium tangan, dan menyantap berbagai manisan seperti Baklava. Jalan raya di Turki biasanya akan mengalami kemacetan parah karena banyak warga yang memilih perjalanan darat untuk berkunjung ke sanak saudara.
2. Thanksgiving
Di Amerika Serikat, Thanksgiving menjadi salah satu tradisi perjalanan tersibuk setiap tahunnya. Dikutip dari Britannica, Thanksgiving merupakan hari libur nasional tahunan di Amerika Serikat dan Kanada yang awalnya merayakan panen serta berbagai berkah sepanjang tahun. Di AS, perayaan ini diperingati setiap Kamis keempat bulan November, sementara di Kanada dirayakan pada Senin kedua bulan Oktober.
Thanksgiving diartikan sebagai momen ketika keluarga dan sahabat berkumpul untuk mengungkapkan rasa syukur melalui hidangan makan bersama. Seiring waktu, hari raya ini berevolusi menjadi tradisi nasional yang menekankan kebersamaan dan rasa terima kasih.
3. Diwali
Di India, tradisi mudik terjadi menjelang perayaan Diwali atau Festival of Lights. Di momen spesial ini, umat berbagai agama melakukan perjalanan panjang untuk berkumpul dengan keluarga dan merayakan Festival of Lights.
Mengutip dari Britannica, Diwali berlangsung selama lima hari mulai dari hari ke-13 paruh gelap bulan lunar Ashvina hingga hari kedua paruh terang bulan lunar Karttika. Festival ini umumnya melambangkan kemenangan cahaya atas kegelapan.
4. Chunyun
Tiongkok memilik tradisi mudik terbesar saat Chinese New Year atau Festival Musim Semi. Tradisi ini berlangsung sekitar 40 hari.
Mengutip laporan dari Reuters, ratusan juta orang melintasi Tiongkok setiap tahun selama liburan Tahun Baru Imlek untuk berkumpul dengan keluarga di kampung halaman atau berwisata saat perayaan panjang. Fenomena ini membuat perpindahan manusia tahunan terbesar di dunia.
Reuters juga menyebut lonjakan perjalanan Tahun Baru Imlek, atau Chunyun dalam bahasa Mandarin, sering dianggap sebagai barometer kesehatan ekonomi China sekaligus ujian berat bagi sistem transportasi negara tersebut yang sangat luas.
5. Chuseok
Tidak kalah dari negara lain, Korea Selatan juga memiliki tradisi mudik selama perayaan Chuseok. Momen ini menjadi hal paling sakral untuk pulang ke rumah orang tua atau mengunjungi makam leluhur saat bulan purnama mencapai titik puncaknya.
Melansir dari National Museum of Asian Art, tradisi Chuseok ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Silla, sekitar dua ribu tahun yang lalu. Di momen ini, para pemudik Korea melakukan ritual charye atau penghormatan leluhur menggunakan hasil panen. Makanan wajib yang selalu ada adalah songpyeon, yaitu kue beras berbentuk setengah bulan.
Ternyata perjuangan menembus macet demi ketemu keluarga itu emang bahasa universal, ya. Dari list di atas, mana nih yang menurut kamu paling mirip sama vibes mudik di Indonesia?