Soal Zakat Tak Populer, Menag Nasaruddin: Jangan Salahkan Orang dari Potongan Ceramah
ERA.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar yang sempat bilang zakat tidak populer di masa Nabi Muhammad SAW, kini mengingatkan masyarakat agar tak menyalahkan seseorang hanya dari potongan ceramah.
Sebelumnya, dia juga bilang kalau ingin maju sebagai umat, kita harus meninggalkan zakat. Al-Qur'an juga tidak mempopulerkan zakat. Yang populer saat itu adalah sedekah.
"Jangan salahkan orang dari potongan ceramah, barangkali kita belum sampai kepada apa yang dimaksud penceramah itu. Itu seperti seorang sufi Al-Hallaj (858-922 M) yang dieksekusi mati, karena dianggap sesat, tapi darah yang mengalir dari tubuhnya akhirnya membentuk la ilaha illallah untuk penunjuk bahwa dia benar," kata Nasaruddin saat menyampaikan ceramah Subuh di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu silam.
Dalam ceramah di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya yang dihadiri sekitar 1.000 orang, Nasaruddin menjelaskan bahwa potongan pernyataannya yang viral terkait zakat 2,5 persen bukan berarti dirinya menganggap zakat tidak wajib.
Ia menegaskan pemberdayaan umat tidak cukup hanya mengandalkan zakat, tetapi juga perlu mengoptimalkan sumber dana sosial keagamaan lain, seperti wakaf, infak, sedekah, serta berbagai potensi harta umat.
"Namun, pemberdayaan umat itu tidak cukup hanya dengan zakat, tapi ada wakaf, infak, sedekah, dan banyak pundi-pundi mal yang perlu dioptimalkan agar kemiskinan umat teratasi," katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak pengelola MAS untuk menjadikan masjid sebagai contoh penguatan pemberdayaan ekonomi umat melalui optimalisasi dana sosial keagamaan.
Menurut dia, sejumlah negara seperti, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab mampu menghimpun dana sosial keagamaan dalam jumlah besar melalui kementerian wakaf untuk mendorong produktivitas masyarakat.