Imbas Konflik AS-Iran, Bahlil Minta Tolong ke Rakyat Agar Hemat Energi: Kompornya Jangan Boros
ERA.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta bantuan kepada rakyat Indonesia untuk bijak dalam menggunakan bahan bakar hingga gas LPG. Ia menyarankan agar masyarakat lebih hemat imbas perang AS-Iran.
"Saya memohon dukungan dari seluruh rakyat Indonesia. Masalah ini tidak hanya masalah pemerintah, tapi masalah kita semua. Saya memohon, menyarankan, agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak. Yang tidak perlu, saya sarankan jangan," ujar Bahlil dikutip dari YouTube Kemneterian ESDM, Jumat (27/3/2026).
Ketua umum Partai Golkar ini lantas memberi contoh kepada masyarakat agar tidak boros dalam menggunakan LPG saat memasak. Langkah menghemat itu disebutnya bisa membantu pemerintah dalam menangani masalah energi yang kini dialami sejumlah negara.
"Contoh, katakanlah kalau masak pakai elpiji, kalau masakannya udah masak, jangan kompornya boros. Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama dalam memakai energi yang bijaksana," ujarnya.
"Kalau ini mampu kita lakukan bersama-sama, insyaallah energi kita ke depan akan semakin baik," sambungnya.
Dalam pernyataan itu Bahlil juga menekankan pasokan energi yang dimiliki Indonesia masih tergolong aman meski sejumlah negara terdampak akibat perang AS-Iran. Ia menekankan pasokan energi Indonesia masih memenuhi standar minimal nasional yang berkisar di angka 21–28 hari.
Cadangan itu, kata Bahlil, akan terus terisi kembali setelah minyaknya terdistribusi, sebab pemerintah mengoptimalkan fasilitas pengolahan minyak berupa kilang-kilang yang ada di Indonesia.
Selain itu, Bahlil juga menyampaikan pasokan minyak mentah yang nantinya akan diolah dalam kilang-kilang tersebut telah dipastikan dalam kondisi yang aman, sebab pemerintah sudah mencari alternatif impornya.
“Kita tahu bahwa 20 persen dari crude (minyak mentah) kita itu diambil dari Selat Hormuz. Sekarang, kami sudah ganti ke tempat lain dan pasokannya insyaallah sudah mulai membaik,” jelasnya.
Di sisi lain, Bahlil juga menekankan agar masyarakat tidak melakukan panic buying menyusul perang yang kian memanas. Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM).
"Saya mohon kepada saudara-saudara saya yang oknum-oknum melakukan penimbunan, mohon lihatlah Ibu Pertiwi sekarang lagi membutuhkan anak-anak Ibu Pertiwi yang bijak. Kalau kita cinta negara kita, kalau kita cinta rakyat kita, janganlah kita melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya untuk dilakukan. Cara-cara itu saya mohon sudahlah kita jangan kita lanjutkan," pungkasnya.
Diketahui pemerintah Filipina telah menyatakan darurat nasional akibat gangguan rantai pasokan energi global menyusul konflik di kawasan Timur Tengah. Dari video yang beredar di media social belakangan ini, masyarakat Filipina memilih untuk jalan kaki menuju kantor akibat krisis tersebut.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. juga telah menandatangani perintah eksekutif yang secara formal memberlakukan keadaan darurat dan mengaktifkan respons nasional untuk memulihkan kestabilan pasokan energi dan mencegah dampak ekonomi dari kenaikan harga bahan bakar.
Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas agresi militer itu dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Teheran juga mengambil kendali Selat Hormuz, jalur pelayaran yang amat penting bagi pasokan minyak sedunia, dengan sebagian besar suplai energi untuk negara-negara Asia pasti melewati kawasan tersebut.