Nilai Rupiah Melemah Lagi, Imbas Kebijakan Prabowo yang Menekan Pasar Modal?

ERA.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa pagi, melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS. Dari penutupan sebelumnya, nilai rupiah berada di level Rp17.394 per dolar AS.

Banyak publik di media sosial menganggap bahwa pelemahan ini imbas kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dibaca pasar sebagai ketidakpastian ekonomi. Hal inilah yang konon menekan pasar modal.

Proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggelontorkan begitu banyak uang untuk pos yang tak mesti menggunakan anggaran yang menjulang, dianggap jadi contoh pemicu merosotnya kredibilitas presiden di depan pasar.

Di lain tempat, analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengaku rupiah melemah karena eskalasi di Timur Tengah (Timteng) yang semakin memanas.

“Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat, merespons eskalasi di Timteng,” ucapnya, Selasa (5/5/2026).

Sebuah laporan menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) diserang oleh Iran. Layanan pers pemerintah Emirat Fujairah melaporkan kebakaran di salah satu zona minyak setelah serangan drone yang memicu kekhawatiran eskalasi regional, sebagaimana dilaporkan Sputnik.

Namun, sumber militer senior Iran menyatakan pihaknya tidak pernah dan saat ini tidak berencana menyerang UEA.

Di samping itu, AS disebut menenggelamkan beberapa kapal Iran seiring Presiden AS Donald Trump mengumumkan Project Freedom, operasi untuk membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz dan ingin meninggalkan kawasan tersebut.

CENTCOM menyatakan dukungan militer untuk operasi itu mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta 15.000 personel militer. Operasi tersebut dimulai pada Senin (4/5).

Sementara itu, media Iran IRIB melaporkan militer Iran mencegah kapal-kapal AS melintas di jalur air itu dengan menembakkan dua rudal ke arah satu kapal perang AS.

“Pelemahan diperkirakan akan terbatas, dengan investor menantikan data PDB Q1 (Produk Domestik Bruto Kuartal I-2026) Indonesia yang akan dirilis siang ini,” kata dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.350-Rp17.450 per dolar AS.