Grace Natalie Panik Usai Dilapor Polisi karena Berkasus dengan Jusuf Kalla?

ERA.id - Banyak publik di media sosial menganggap Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, panik setelah dilaporkan ke polisi sebab mengunggah video Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla atau JK yang tak utuh soal mati syahid.

Opini yang melebar juga menyebut Grace tak lagi dibela oleh PSI karena kasus ini. Terbukti, Ketua Harian PSI, Ahmad Ali dan kawannya, tak menyiapkan kuasa hukum untuk membela Grace.

Merespons itu semua, Grace mengaku membuka diri untuk berbincang dengan JK kalau diperbolehkan menjelaskan mengenai konteks pernyataannya yang bilang ucapan JK bermasalah.

"Sejauh ini belum ada komunikasi kalau dari sayanya (dengan Pak JK). Ya tentu saya terbuka untuk namanya kita mau diskusi, saya juga tidak pernah ada masalah apa pun gitu kan sama Pak JK sebagai pribadi. Pernyataan saya pun juga normal-normal saja," kata Grace, Senin kemarin.

"Oleh karenanya, saya siap kalau mau dimintai penjelasan, misalnya, atau mungkin kalau Pak JK mau tanya apa sih konteksnya," ujarnya.

Grace juga menyoroti laporan terkait polemik tersebut bukan dilayangkan langsung oleh JK. Soal apa ada kaitan antara JK dengan pihak pelapor, dia tak tahu.

Dia meminta publik melihat rekam jejak hubungan pribadinya dengan JK yang menurutnya selama ini berjalan baik.

"Enggak pernah punya masalah, teman-teman bisa cek track record pribadi saya, saya enggak pernah punya masalah apa pun dengan Pak JK," tuturnya.

Suruh Ahmad Ali

Isu yang menganggap Grace tak lagi dibela partai turut dibantah. Grace mengaku dia yang menyuruh Ahmad Ali untuk tak membawa PSI dalam masalah ini, apalagi sampai membelanya dengan memberi pendampingan hukum.

“Jadi saya ingin menyampaikan bahwa pernyataan beliau (Ahmad Ali) itu didasari oleh permintaan saya sebagai pendiri partai,” kata Grace.

“Saya memang mengunggah materi saya di media sosial saya selaku pribadi sebagai warga masyarakat dan saya yakin, saya optimistis bahwa di sana tidak ada pelanggaran hukum, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan PSI dan normal-normal saja,” ujarnya.

Grace mengaku siap mempertanggungjawabkan unggahan video tersebut sebagai warga negara.

“Saya selaku pendiri partai menginstruksikan kepada Bang Ahmad Ali, agar tidak melibatkan partai.”

Ia kembali menegaskan Ahmad Ali hanya menjalankan instruksinya untuk memisahkan persoalan tersebut dari urusan partai.

“Padahal itu saya yang minta, saya yang menginstruksikan kepada Ketua Harian karena saya memang mengunggah materi saya di media sosial saya selaku pribadi sebagai warga masyarakat,” tuturnya.