Bejat! Tukang Rujak di Jakbar Tega Cabuli Bocah SD, Begini Kronologinya
ERA.id - Seorang tukang rujak di kawasan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar) ditangkap setelah melakukan pencabulan terhadap seorang siswi sekolah dasar (SD). Aksi bejat pelaku terbongkar saat korban melapor ke guru di sekolah.
Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polres Metro Jakarta Barat Kompol Nunu Suparmi mengatakan pelaku mengaku mengenal korban sejak usia lima tahun.
"Sebagai tetangga dekat yang sudah dikenal korban, sejak korban berumur lima tahun. Kedua orang tuanya (korban) mempunyai pekerjaan yang pulang terkadang sampai larut malam, sehingga sering menitipkan korban ke pelaku," ujar Nunu, dikutip Antara, Selasa (19/5/2026).
Selama pemeriksaan, pelaku mengaku sering memberikan korban uang dengan nominal tidak menentu. Hal ini pun membuat korban percaya kepada pelaku.
Selain itu, pelaku juga mengakui tindakan bejatnya ini sudah dilakukan sejak tahun 2022 hingga Maret 2026. Dari rentan waktu tersebut, pelaku melakukan aksinya sebanyak empat kali.
"Pelaku sering memberikan uang Rp5 ribu-Rp10 ribu dan jajanan kepada korban. Dengan total kejadian kurang lebih empat kali di berbagai lokasi," jelas Nunu.
Sementara itu, Nunu menjelaskan orang tua korban mulanya tidak mengetahui apapun soal kejadian yang selama ini menimpa anak mereka. Korban disebut takut memberitahu kepada orang tuanya.
Kasus ini pun akhirnya terbongkar setelah teman korban mengetahui insiden tersebut. Kerabat korban ini lantas melaporkan tindakan pelaku penjual rujak kepada guru di sekolah.
"Guru sekolah bernama D menerima laporan tersebut pada 12 Mei 2026. Barulah ibu korban, S, mengetahui dan melaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat," katanya.
Sebelumnya, warga menggeruduk rumah seorang tukang rujak berusia 50 tahun di kawasan Jalan Guji Baru, RT 05/RW 02, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (13/5) malam, setelah pria itu diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang siswi sekolah dasar (SD).
Aksi warga itu viral di media sosial, yang menunjukkan sejumlah orang kesal, bahkan berusaha mengamuk terhadap terduga pelaku saat diamankan oleh pihak kepolisian. Berdasarkan keterangan warga, pria itu sehari-hari dikenal sebagai pedagang rujak dan kerap terlibat dalam kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar.
Sementara itu, ketua lingkungan setempat Asarkat mengatakan informasi awal terkait dugaan kasus tersebut diketahui melalui pihak sekolah korban.
“Menurut pengakuan dari pihak orang tua, kasus itu sudah dilaporkan terkait dugaan pelecehan,” ungkap Asarkat pada 14 Mei 2026.
Akan tetapi, dia mengaku belum mengetahui secara pasti waktu kejadian yang dilaporkan.
Berdasarkan informasi yang dia terima, pihak sekolah sudah lebih dulu melakukan pendalaman sebelum menyarankan agar orang tua korban melapor kepada aparat berwenang.
“Kejadiannya kapan, kami belum tahu pasti. Tapi setahu saya, yang menindaklanjuti awalnya dari pihak sekolah,” tutur Asarkat.
Menurut dia, keluarga korban juga disebut telah membawa anak tersebut untuk menjalani pemeriksaan medis atau visum, namun hasilnya hingga kini belum diketahui.
“Katanya sudah divisum, tapi hasilnya kami belum tahu,” imbuh Asarkat.