Kemarin Kurban Pakai APBN, Cara Prabowo Keluarkan Duit ke Perancis Disorot Lagi

ERA.id - Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah berbeda saat berkunjung ke luar negeri yaitu mengeluarkan dana pribadi. Berbeda saat membeli sapi kurban, dia memakai APBN.

Polemik pun terjadi. Publik di media sosial kebingungan, bertanya mengapa Prabowo berkurban menggunakan uang publik sementara dalam kunjungan dia yang terakhir ke Perancis, malah menggunakan uang pribadi.

Soal masalah perjalanan dinas, mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal yang menyorot kemudian Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons.

Awalnya Dino menganggap banyak cara menghemat anggaran di tengah publik yang menjerit terkait ekonomi. Sebagai teman, dia meminta Prabowo mengurangi perjalanan dinas keluar negeri.

Bagaimana tidak, lawatan Prabowo itu pasti mengeluarkan banyak dana, mulai rombongan yang ikut, konsumsi, biaya hotel, biaya pesawat, biaya logistik dsb.

"Masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi, segala kelebihan biaya (biaya tambahan) dari yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy membantah tuduhan Dino, dikutip dalam unggahan resmi Sekretariat Kabinet di Jakarta, Senin kemarin.

Teddy juga menjelaskan bahwa jumlah anggota rombongan yang berangkat dalam perjalanan ke luar negeri Presiden juga sudah berkurang dari periode sebelumnya, sewaktu Dino menjadi pejabat pemerintahan.

"Jadi, kalau dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," katanya. 

Tak lupa, saat menepis teguran Dino, Teddy mengungkit masa lalu Dino yang cuma sebentar menjadi Wamenlu.

"Terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir Beliau (Dino Patti Djalal) adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil menteri luar negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," ujar Teddy.

Terkait jadwal lawatan luar negeri Presiden, Dino sebelumnya menyarankan lawatan luar negeri dipetakan setidaknya setahun sebelumnya.

Seskab Teddy kemudian menjawab jadwal lawatan luar negeri Presiden itu terbagi atas jadwal tahunan dan jadwal yang mendesak mengikuti perkembangan dunia global yang dinamis.

Anies memuji Dino

Tak lama setelah Teddy membantah mentah-mentah tudingan Dino, Anies Baswedan muncul dan membuat pernyataan dalam akun resminya. Dia menganggap Dino pejabat karbitan.

Begini isinya secara utuh:

Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal

Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.

Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.

Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.