Sekjen dan Mendiktisaintek Tak Seirama dalam Kasus Penutupan Prodi Universitas
ERA.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto tak berniat menutup program studi (prodi), beda dengan Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco.
"Jadi, terkait dengan isu yang kemudian berkembang, bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi akan melakukan penutupan program studi untuk penyesuaian dengan industri yang akan berkembang di masa depan, kami dapat menyampaikan bahwa hal tersebut tidak menjadi kebijakan kami," kata Brian dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Katanya pemerintah saat ini lebih menitikberatkan pada upaya pembinaan dan pengembangan substansi keilmuan agar tetap relevan dengan zaman seperti mendorong fokus pembelajaran menjadi lebih atraktif, contohnya mengubah ilmu matematika menjadi aktuaria agar lebih aplikatif dan langsung terserap oleh dunia usaha.
Contoh adaptasi lainnya, yaitu penyesuaian dalam program studi teknik elektro, di mana kurikulumnya kini banyak mengembangkan peminatan ke arah kecerdasan buatan, pembelajaran mesin (machine learning), maupun teknologi robotika.
Guna memastikan pembaruan kurikulum berjalan konsisten, Brian meminta badan kerja atau badan koordinasi pada masing-masing program studi untuk rutin mengevaluasi setiap tiga hingga empat tahun sekali.
Evaluasi berkala tersebut bertujuan untuk mengukur porsi keilmuan fundamental yang masih wajib dipertahankan, serta sejauh mana materi pembelajaran harus diarahkan pada bidang-bidang yang lebih implementatif.
Brian juga menjelaskan bahwa mekanisme penutupan sebuah program studi sejatinya hanya dapat dieksekusi jika ada usulan langsung dari pihak perguruan tinggi yang bersangkutan atau sebagai bentuk sanksi akibat pelanggaran berat.
"Sekali lagi kami sampaikan alih-alih kita menutup, tetapi kita mengembangkan program studi untuk bisa sesuai, matching dengan kebutuhan industri, tetapi bukan atau tidak dengan cara menutup program studi, tetapi lebih mengembangkan dan menyesuaikan substansi yang diajarkan," ujar Brian Yuliarto.
Sempat diprotes DPR
Politisi Golkar sekaligus Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian pada 24 April silam mengaku tak sepakat dengan niat pemerintah yang mau menutup prodi di universitas yang tak relevan dengan industri.
Dia bilang perguruan tinggi tak boleh direduksi cuma menjadi pabrik tenaga kerja.
Katanya perguruan tinggi memiliki peran strategis termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian kebudayaan, dan pembentukan daya kritis bangsa.
Hetifah menekankan pentingnya dasar akademik yang kuat dan komprehensif. Ia mengingatkan agar keputusan tidak diambil berdasarkan tren jangka pendek semata.
Dia juga menolak penutupan massal prodi. Pendekatan yang lebih tepat, menurut dia, adalah transformasi prodi lewat revitalisasi kurikulum, penguatan pendekatan interdisipliner, serta penyesuaian dengan potensi daerah.
Ia pun mengingatkan bahwa fokus berlebihan pada efisiensi prodi dapat berdampak pada menyempitnya ruang keilmuan di perguruan tinggi.