Mama Sinta 'Pesta Babi' ke Jakarta Tak Bilang Keluarga, TNI: Kami Tak Menculik
ERA.id - Yasinta Moiwend atau Mama Sinta sempat diduga diculik aparat pemerintah karena diam-diam meninggalkan Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, untuk ke Jakarta pada 23 Mei silam.
Tanpa sepengetahuan keluarga sampai di Ibu Kota, Mama Sinta langsung membuat pernyataan bahwa keterangannya dalam film dokumenter Pesta Babi diambil tanpa seizinnya.
Muncul pertanyaan, dari mana Mama Sinta mendapatkan uang untuk berangkat ke Jakarta? Siapa menemaninya melapor ke Polda Metro Jaya? Selama di Jakarta, dia tinggal di mana dan hidupnya dibiayai siapa?
Merespons itu, Panglima Komando XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia menegaskan bahwa TNI tidak menculik.
"Saya jamin itu bukan perbuatan TNI. Tidak ada penculikan seperti yang ramai diberitakan," kata Mayjen Frits dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis kemarin.
Frits percaya diri, toh, katanya, Mama Yasinta sejauh ini tidak pernah merasa diculik ataupun diintimidasi pihak manapun.
"Yang mengalami itu Mama Yasinta. Dan pengakuannya jelas, tidak ada penculikan. Ia dalam kondisi aman dan sehat," kata Frits menerangkan.
Menurut Frits, isu ini berkembang begitu cepat lantaran tidak ada pihak yang mencoba mengonfirmasi langsung ke TNI.
Dengan demikian, isu yang terkesan menyudutkan TNI ini membuat masyarakat berspekulasi tanpa mau mencari tahu informasi yang berimbang.
"Kalau tidak ada yang bertanya langsung atau mengonfirmasi, lalu muncul asumsi seolah-olah TNI terlibat, ini yang harus diluruskan,” ujarnya.
Karenanya, dia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi.
Dengan penegasan ini, Frits berharap polemik terkait Mama Sinta tidak berkembang menjadi disinformasi yang dapat mengganggu stabilitas, khususnya di wilayah Papua Selatan.