Pasien Cuci Darah di RS Wahidin Makassar Tikam Orang Sakit, Ngeri
ERA.id - Pasien berinisial NS (45) menikam pasien lain berinisial J (55) saat dirawat di ruangan Infection Center Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar, pada Sabtu (13/6) malam.
Sebelumnya, pelaku mondar mandir dalam kamarnya sembari menyimpan sebilah badik di pinggangnya. Selang beberapa saat, pelaku mendekati tempat tidur korban bahkan mereka sempat berbincang.
Tiba-tiba, pelaku mengeluarkan badik lalu menikam korban. Korban refleks menahan serangan memakai tangannya hingga membuat tangannya robek.
Melihat insiden tersebut, istri korban DI sempat berteriak histeris. Perawat serta pihak keamanan rumah sakit yang tadinya di koridor pun datang.
Satpam dengan sigap mengamankan badik dari tangan pelaku, namun pelaku langsung melarikan diri ke lantai satu rumah sakit setempat. Selang beberapa saat pelakunya diamankan.
"Sudah diamankan. Pelakunya masih dirawat di ICU, dia mengidap penyakit ginjal dan rutin menjalani cuci darah. Motifnya itu tidak ada. Pelaku ini kemungkinan diduga mengalami stres karena penyakit dideritanya tidak kunjung sembuh," kata Kapolsek Tamalanrea, Kompol Mustari Alam.
Kini pelaku dirawat di rumah sakit dengan pengawasan ketat, dari perbuatannya itu, bersangkutan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.
Respons RSUP Wahidin
Manajemen RSUP Wahidin Sudirohusodo kini memperketat pemeriksaan terhadap barang bawaan pasien, keluarga pasien, hingga pembesuk, buntut kasus ini.
Humas RSUP Wahidin Sudirohusodo, Aulia Yamin saat dikonfirmasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/6/2026), mengaku manajemen rumah sakit telah melarang keras membawa barang berbahaya termasuk benda tajam ke dalam rumah sakit. Selain itu, sudah ada aturan tegas melalui papan bicara dipasang di depan pintu masuk.
"Dalam aturan ataupun tata tertib bagi pengunjung rumah sakit, sudah jelas dicantumkan bahwa pengunjung tidak diperbolehkan membawa senjata tajam," tuturnya.
"Dari pihak rumah sakit, dalam hal ini pengamanan ketat telah dilaksanakan oleh tim pengamanan atau security. Ini demi menjaga keamanan, ketertiban serta kenyamanan pasien," tuturnya menekankan.