Legislator Ini Sebut Flyover Latumeten Selesai Dibangun Desember 2026
ERA.id - Gubernur Jakarta, Pramono Anung meninjau Proyek pembangunan Flyover Latumeten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar), Kamis (2/7/2026).
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth menyebut pembangunan flyover ini direncanakan selesai dibangun pada akhir tahun nanti.
"Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti," ujar Kenneth kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).
Kenneth menjelaskan pembangunan Flyover Latumeten ini berawal dari keresahan warga yang tinggal di sekitar perlintasan kereta api. Warga meminta mencarikan solusi untuk mengurai kemacetan yang telah menjadi persoalan menahun.
Legislator PDIP yang akrab disapa Bang Kent itu mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta saat itu belum memiliki anggaran untuk membangun flyover. Kent kemudian meminta agar dilakukan kajian terlebih dahulu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Setelah kajian rampung, proyek Flyover Latumeten kemudian masuk ke proses lelang dan mulai dikerjakan pada penghujung 2025.
"Akhirnya saya minta dibuatkan kajian terkait permasalahan ini. Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan bisa selesai on time seperti yang diharapkan Pak Gubernur," ucap Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI itu.
Dia menerangkan Flyover Latumeten nantinya akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari KRL Commuter Line hingga Transjakarta. Sebagai penghubung antarmoda, akan dibangun skywalk yang dilengkapi lift, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ramah disabilitas, serta halte Transjakarta yang terintegrasi dengan kawasan sekitar.
"Jadi konsep tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang membawa barang atau kereta bayi. Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga," tuturnya.
Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki yang menggunakan transportasi umum. Dengan konsep itu, perpindahan moda transportasi diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien.
"Kehadiran fasilitas integrasi tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pejalan kaki yang berpindah moda transportasi. Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas," bebernya.
Sementara itu, Pramono Anung menjelaskan pembangunan Flyover Latumeten menggunakan anggaran sebesar Rp259 miliar. Progres pembangunan telah mencapai 55,2 persen dan ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026.
Pramono lalu menyebut Flyover Latumeten merupakan salah satu proyek infrastruktur yang paling dinantikan warga karena berada di kawasan yang selama ini menjadi titik kemacetan.
"Flyover Latumeten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena apa? Di sini kalau dilihat pagi, sore, siang kemacetannya sangat tinggi sekali," kata Pramono.
Setelah flyover selesai dibangun, Pemprov Jakarta berencana menutup perlintasan sebidang kereta api di kawasan tersebut. Langkah itu dilakukan agar arus lalu lintas tidak lagi tersendat akibat buka-tutup perlintasan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
"Sehingga dengan demikian siapa pun harus naik ke atas supaya perlintasan yang sebidang kereta api ini tidak lagi terganggu dan juga menimbulkan kecelakaan seperti yang pernah terjadi di Bekasi pada waktu itu," ucap Pramono.
Pramono berharap keberadaan Flyover Latumeten ini dapat mengurangi kemacetan secara signifikan sekaligus memperkuat integrasi transportasi publik di kawasan Jakarta Barat. Dia ingin pembangunan flyover selesai tepat waktu.
"Ini penantian warga puluhan tahun. Alhamdulillah terealisasikan. Terima kasih Pak Dewan dan Pak Gubernur. Semoga flyover ini bisa menjadi jawaban atas permasalahan kemacetan," pungkas Pradana Putra.