Jampidsus Febrie Miliki Emas-Uang Ratusan M dalam Rumah Sentul, Tak Masuk LHKPN

ERA.id - Rumah yang digeledah oleh Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, merupakan milik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung), Febrie Adriansyah.

Tak cuma rumah, 74 kilogram (kg) emas batang dan uang sekira Rp476 miliar yang disorot polisi, juga kepunyaan Febrie.

"Tentang rumah Sentul, itu memang rumah pribadi Jampidsus yang sudah sejak lama. Itu bisa dilihat bagaimana proses kepemilikan sejak awal," kata Febrie saat konferensi pers di kantor Kejagung, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Adapun rumah mewah itu ternyata tidak tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Febrie ke KPK pada 7 Maret 2026.

Dalam LHKPN tersebut, Febrie hanya melaporkan lima kepemilikan tanah dan bangunan di wilayah Jakarta Selatan, Tangerang Selatan dan Bandung.

Rinciannya, Febrie memiliki tanah dan bangunan seluas 220 m2/180 m2 di wilayah Jakarta Selatan senilai Rp2.308.250.000. Kemudian tanah seluas 652 m2 dan 704 m2 di Tangerang Selatan dengan masing-masing senilai Rp597.232.000 dan Rp644.864.000.

Selanjutnya tanah seluas 2.301 m2 di Bandung senilai Rp473 juta serta tanah dan bangunan seluas 638 m2/200 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp10.829.474.000.

Dia juga melaporkan memiliki mobil Honda H-RV senilai Rp300 juta. Lalu mobil Toyota L-Cruis Parado seharga Rp502 juta. Kemudian mobil Peugeot New 2008 AT senilai Rp530 juta dan Toyota Alphard seharga Rp978,5 juta. 

Di sisi lain, Febrie juga hanya melaporkan harta kekayaan berupa Harta Bergerak lainnya senilai Rp60 juta; kemudian Kas dan Setara Kas senilai Rp938.125.180; serta harta lainnya senilai Rp100 juta.

Terkait uang di dalam rumah mewahnya di Sentul, Febrie mengatakan dapat mempertanggungjawabkan kepemilikan harta tersebut.

"Dan mengenai uang tadi kan sudah saya jelaskan yang ditemukan, bahwa itu ada pemilik, ya bahwa itu ada kegiatan, ada orang-orang juga terima kegiatan, itu bisa juga ditanya. Kemudian juga ada beberapa kegiatan bangunan yang bisa dicek. Semua kami yakin dapat dipertanggungjawabkan dengan benar," tutur dia.