Alasan Cinta Laura Biayai Pendidikan Asisten Pribadinya yang Putus Sekolah

ERA.idCinta Laura mengungkap alasan mulianya yang memilih untuk memberi fasilitas Pendidikan kepada asisten pribadinya. Cinta menyebut keputusan itu ia pilih saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Aktris 32 tahun ini menjelaskan bahwa asisten pribadinya yang bernama Salsa ini sudah bekerja dengannya sejak tahun 2021. Saat itu, kondisi Salsa harus putus sekolah dan membantu orangtuanya mencari nafkah. 

Perjuangan Salsa yang saat itu berusia 15 tahun ini pun membuat Cinta Laura tersentuh dan memilih untuk membiayai pendidikan asistennya. Padahal saat itu, Salsa baru bekerja dengan Cinta kurang dari satu tahun.

"Akhirnya aku ambil keputusan ya aku sekolahin dia les bahasa Inggris dulu karena aku ngerasa bahasa asing itu penting dan punya wawasan fondasi bahasa Inggris itu ya berguna lah buat kita semua ya," ujar Cinta Laura saat ditemui di kawasan Cikini baru-baru ini.

Lalu, kata Cinta Laura, setelah mengikui les Bahasa Inggris, ia pun memutuskan untuk melanjutkan jenjang Pendidikan Salsa ke tingkat SMA dengan paket C. Ia juga tidak ingin melihat anak-anak Indonesia terpaksa putus sekolah karena keadaan. 

"Aku merasa semua orang, terutama anak muda yang masih remaja, berhak mendapatkan pendidikan, minimal sampai tingkat SMA, karena aku ingin dia memiliki opsi dalam hidupnya. Aku ingin dia bisa punya pilihan," ungkapnya.

Meski demikian, Cinta Laura tidak memungkiri di masa depan asisten kesayangannya itu akan pergi dan memilih bekerja di tempat lain. Tetapi ia akan mengembalikan keputusan tersebut kepada Salsa dan mendukung apapun yang dipilih.

"Suatu hari nanti mungkin (Salsa) mendapatkan kerjaan lain atau kerja di industri lain. Walaupun mungkin aku akan sedih kalau satu hari dia enggak sama aku, dia berhak untuk memiliki hidup yang dia inginkan. Kita nggak boleh egois sebagai manusia," katanya.

Lebih lanjut, Cinta Laura mengungkap bahwa ia akan memberi dukungan kepada Salsa untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Ia berharap asistennya bisa mengambil keputusan tepat demi masa depan yang lebih baik.

"Mudah-mudahan dia akan merasa confident dan apply ke salah satu universitas atau sekolah ahli secepatnya karena semakin banyak orang Indonesia, terutama perempuan muda Indonesia, bisa memiliki kebebasan berpikir, semakin maju juga negara kita karena akan lebih banyak perempuan yang bisa berkontribusi pada negara ini secara positif," pungkasnya.