Pilu, Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan dan Masuk RS Sehabis Santap MBG

ERA.id - Ratusan santri dari Ponpes Manba'ul Hikam, Sidoarjo, keracunan sehabis menyantap proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026).

Hingga Rabu pukul 00.45, tercatat 424 santri sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo, sementara 24 orang lainnya merupakan pihak dari luar ponpes.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina menyebutkan 173 santri telah diperbolehkan pulang usai mendapatkan penanganan medis.

Di lain pihak, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa saat ini penanganan korban keracunan diprioritaskan.

"Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak usai mengunjungi korban di RSUD Notopuro Sidoarjo pada Rabu (2/9/2026) dini hari.

Emil menjelaskan hingga Rabu pukul 00.30 WIB sejumlah pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan membaik.

Selain itu, Emil menuturkan bahwa kejadian serupa pada hari yang sama juga tercatat di beberapa lokasi lain.

"Selain pesantren, terdapat sejumlah satuan pendidikan lain yang mengalami kejadian serupa dan seluruhnya memiliki kesamaan yakni menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa (1/9)," katanya.

Ia memastikan operasional SPPG Kali Tengah dihentikan sementara oleh pemerintah, sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi lebih lanjut atas penyebab kejadian tersebut.

"Pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan terhadap seluruh satuan pendidikan penerima manfaat, untuk memastikan tidak ada siswa atau santri yang mengalami gejala tetapi belum mendapatkan penanganan medis," kata Emil.

Emil turut memastikan penanganan medis seluruh korban terdampak kejadian tersebut, baik di rumah sakit milik pemerintah maupun swasta ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.