Anggota TNI AL Akan Dievaluasi Usai Hadiri Kontes Transgender Thailand Bareng Senator Bali

ERA.id - Beredar video di media sosial sesosok pria berseragam TNI AL hadir dalam sebuah acara kontes kecantikan transgender yang digelar di Thailand.

Dia tampak menuntun seorang pria naik ke atas panggung yang belakangan diketahui merupakan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Arya Wedakarna.

Saat ini menjadi pembicaraan, Mabes TNI pun merespons kalau akan mengevaluasi anggotanya jika terbukti melanggar.

"Pada prinsipnya, setiap penugasan personel TNI memiliki dasar dan mekanisme serta ketentuan yang berlaku. Apabila ada hal yang di luar itu tentu akan dievaluasi," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, Kamis kemarin.

Nas bilang pihaknya masih menelusuri identitas prajurit TNI AL tersebut dan status penugasannya. Dia pun enggan menjelaskan secara rinci terkait progres penelusuran TNI terkait kasus tersebut.

Sementara Arya pada Rabu silam yang terlibat dalam isu ini mengaku, dia hadir dalam kapasitas sebagai tokoh yang ikut mewakili Bali untuk memenuhi undangan MS Organization yang kerap menggelar kegiatan sosial serta amal di Bali.

Arya bilang, acara itu bukan cuma kontes kecantikan, melainkan kunjungan ke vihara, kuil Hindu, pameran dan diskusi dan puncaknya digelar pada 30 Agustus 2026 silam.

“Tim mereka itu juga membuat video tentang Bali, pariwisata Bali. Jadi yang di mana saya datang untuk mewakili Bali, karena menerima apa, video itu ya tentang pariwisata Bali yang dianggap berhasil,” ujarnya.

Arya mengaku tidak mengetahui sejak awal bahwa kegiatan tersebut mengusung isu transgender. “Nggak. Kan kita secara, saya nggak tahu. Yang kedua kan kita kan tidak etis dong nanya-nanya tentang gender, ya,” katanya.

Intinya Arya hadir mewakili Bali, bukan sebagai perwakilan DPD RI. Soal membawa ajudan TNI AL, Arya bilang memang sengaja. “Itu ajudan saya, itu sudah satu tahun sama saya. Kemudian sudah bertugas. Memang dari TNI AL,” ungkap Arya.

Menurutnya, kehadiran ajudan murni untuk mengawal dirinya berada di Thailand sebab situasi keamanan di kawasan tersebut menjadi pertimbangan.

“Kemarin masih ada perang, perang antara Thailand, Myanmar, Kamboja. Kemudian kemarin tuh ada, di sana kan sering ada ledakan bom dan juga ada penembakan. Jadi memang melekat aja, memang tugasnya mengawal saya, nggak ada hubungannya (dengan acara),” tutur Arya.