Ofensifnya Jokowi Berdasarkan Data dan Tak Agresif

Jakarta, era.id - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyatakan akan ofensif dalam Pemilu 2019 ini. Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin menyatakan, penampilan ofensif tersebut bukan berarti capres petahana akan bersikap agresif dan menyerang secara ugal-ugalan.

"Ini yang mau saya klarifikasi, ofensif itu bukan berarti agresif. Tetapi apa yang kami bicara ofensif itu berdasarkan fakta dan data," kata Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Pengusaha Mahaka Group itu, juga meluruskan pernyataan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko, yang bilang saat ini TKN memasuki fase perang total. 

Menurut dia, perang total yang dimaksud bukan artinya tim pemenangan paslon 01 ini akan menghalalkan segala cara untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

Erick mengatakan, perang total yang dimaksud adalah bagaimana tim pemenangan memetakan satu per satu wilayah guna memastikan kemenangan. 

"Kami pastikan kami harus menang dan, Alhamdulillah, sudah menang," kata dia.

Erick menilai wajar Jokowi melakukan serangan kepada lawan politiknya. Apalagi, Jokowi kerap mendapat serangan kabar bohong dan hoaks. Sifat ofensif ini dilakukan untuk mengklarifikasi isu-isu tidak benar tadi.

"Beliau ini justru yang dizalimi selama empat tahun. Masa enggak boleh bicara, terus kalau bicara dibilang ofensif, nah bukan," ujarnya.

Beda dengan Erick Thohir, Wakil Ketua TKN paslon 01, Moeldoko justru menganggap Jokowi mengubah gayanya. Sebab, Jokowi saat ini hanya merespon isu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

"Apalagi isu bocor (anggaran), itu kan sangat menyakitkan rakyat, bayangkan mekanisme apa yang sudah diambil itu, mengenai itu bayangkan, BPK dilecehkan, BPKP, LKPP juga dilecehkan, fraksi sendiri juga dilecehkan dianggap tidak profesional, nah ini yang kita jaga, beliau ambil posisi yang kita rasa untuk membela rakyatnya," kata dia.

Tag: jokowi-maruf amin pemilu 2019 pilpres 2019