Ma'ruf Amin Serukan Jauhi Kampanye Menyeramkan

Jakarta, era.id - Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin bilang, gelaran Pilpres 2019 bukanlah perang. Sehingga, dia meminta, dalam masa kampanye terbuka jangan melakukan cara yang seram-seram. 

Maksudnya bagaimana tuh, Abah? Begini, seram di sini, artinya, jangan melakukan tindakan yang menyebabkan ketakutan seperti menyebar hoaks, kabar bohong, maupun ujaran kebencian.

"Kampanye jangan seram-seram kita ini kontestasi bukan perang. Makanya isu isu yang seperti fitnah, seperti orang yang mau perang saya kira itu dihindari," kata Ma'ruf di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Mantan Rais Aam PBNU ini berharap, masyarakat bisa menjaga kedamaian. Enggak cuma selama masa kampanye terbuka tapi sampai saat pencoblosan pada 17 April 2019. 

Selain mengimbau masyarakat menjaga perdamaian, Ma'ruf meminta lawan politiknya enggak melakukan provokasi.

"Jangan kita diprovokasi seperti perang. Sering dalam pidato saya bahwa Pilpres bukan perang tapi kontestasi. Tidak boleh merusak kesatuan kita, persaudaraan kita sesama bangsa."

Dia juga bilang, wajar kalau ingin memenangkan Pilpres. Tapi, kata dia, enggak boleh juga pakai sembarang cara bahkan sampai merusak keutuhan bangsa dan membuat masyarakat terpecah belah. 

Jadi, sebagai salah satu kontestan di Pilpres dia bilang, baiknya saling adu gagasan saja di depan masyarakat. Selain adu gagasan, Ma'ruf bilang, adu rekam jejak juga harusnya dilakukan selama masa kampanye yang tinggal tingga minggu lagi.

Cawapres pendamping Jokowi ini juga sepakat akan melawan isu hoaks. Apalagi, kalau enggak dilawan, Ma'ruf bilang, hoaks bisa membuat masyarakat terprovokasi.

"Pak Jokowi juga sudah mulai mengatakan ‘saya sekarang melawan’. Memang kita harus melawan, kemudian jangan rakyat terprovokasi dengan orang-orang yang mempengaruhi untuk tidak ke TPS."

Tag: jokowi-maruf amin pemilu 2019