Temuan KPU Tentang Kesaksian Betty Kristianti

Jakarta, era.id - Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyatakan, keterangan saksi kubu Prabowo-Sandiaga, Betty Kristianti tentang amplop surat suara kosong di Kecamatan Juwangi, tidak sesuai dengan fakta. 

"Saya tidak menyatakan (keterangan Betty) bohong. Saya hanya bisa katakan tidak sesuai fakta," kata Wahyu dalam rehat sidang sengketa Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

Dia berani memastikan ini karena punya dokumentasi dari bawahannya di kecamatan Juwangi, Boyolali, saat Betty tiba di sana. 

Berdasarkan dokumentasi itu, Betty hanya bertemu dengan tiga orang petugas dan kantor kecamatan. Sebab, saat malam itu, kantor dalam keadaan sepi. 

"Kami sudah cek. Ibu Betty dan tim itu datang, diterima baik-baik, dengan patut oleh petugas. Karena kebetulan, di kecamatan itu dijaga oleh polisi, Ibu Betty juga diterima oleh polisi. Ini ada fotonya lengkap," jelas Wahyu. 

"Siapapun yang datang ke kecamatan kan kita harus terima. Sebagai warga masyarakat harus dilayani," tambah dia. 

Tapi, Wahyu bilang KPU enggak akan melaporkan Betty ke polisi dengan perkara kesaksian palsu. Ini berbeda dengan rencana kubu Jokowi-Ma'ruf yang bakal memperkarakan kesaksian Betty.

"Kami hanya akan sampaikan secara tertulis. Sebab kan setelah pemeriksaan ahli dan saksi jadwal KPU itu memberikan pernyataan tertulis. Kami sampaikan sebagaimana perkembangan sidang. Kami akan sampaikan dalam bentuk keterangan tambahan," ungkapnya. 

Beberapa waktu lalu, Betty bercerita tentang temuannya tentang tumpukan amplop kosong dan beberapa lembar kertas yang bertanda tangan KPU di halaman Kantor Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali. 

Masih belum jelas amplop tersebut digunakan untuk apa, dan soal lembaran, Betty meyakini dokumen itu adalah lembar plano. Namun, dia tak bisa memastikan jenis lembar planonya.

"Amplop yang bertandatangan, lembaran hologram gitu. Segel suara hologram serta segel suara untuk pengunci yang di plastik itu yang telah digunting serta lembaran plano juga plastik pembungkus kotak suara itu menggunung. Setelah itu dikumpulkan itu menjadi empat karung lebih," kata Betty dalam persidangan.

Tag: perlawanan terakhir prabowo