Cerita WNI ABK World Dream Jadi Koki Dadakan di Pulau Sebaru

Jakarta, era.id - Komandan Juru Masak Tim Kemanusiaan Pulau Sebaru, Letkol Sitanggang mengajak beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) peserta observasi dari Kapal Pesiar World Dream untuk membantu memasak bersama secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan menu tambahan makanan.

Para WNI yang menjadi “koki dadakan” tersebut sebelumnya adalah dari mereka yang memang memiliki keahlian memasak selama menjadi Anak Buah Kapal (ABK). Para koki terpilih ini diberi kesempatan untuk menunjukkan keahlian dan kreativitasnya dalam memasak di dapur yang berada pada ring-1 di bawah komando Kolonel Laut M. Said Latuconsina.

Tampak keceriaan dari para WNI ketika mereka diberi kesempatan membantu misi kemanusiaan dari balik dapur.

“Semua senang dan riang,” ungkap Letkol Sitanggang dalam laporannya, Senin (2/3/2020).

Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo telah bertemu dengan Letkol Sitanggang, yang juga merupakan mantan anak buahnya semasa Doni menjadi Komandan Kesatuan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat meninjau Pulau Sebaru mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Di mata Doni, Letkol Sitanggang merupakan prajurit yang mumpuni di bidang kebutuhan pangan dan dapur. Bahkan Doni tak perlu ragu dan merasa yakin bahwa kebutuhan pangan akan terpenuhi dengan standar yang sudah diperhitungkan di bawah komando Letkol Sitanggang.

Dalam pertemuan singkat, Doni kembali mengingatkan bahwa kunci sukses pemulihan kesehatan dan observasi adalah makanan. Menurut Doni, makanan adalah obat. Sehingga beliau berpesan agar makanan yang diberikan harus berkualitas, karena obat itu sendiri adalah makanan.

“Sudah mengerti dia ini (apa kebutuhannya),” ungkap Doni saat memperkenalkan Letkol Sitanggang kepada Menko PMK, Muhadjir Effendy di Pulau Sebaru, Jumat (28/2).

Sebelumnya sebanyak 188 WNI sebagai Anak Buah Kapal (ABK) kapal pesiar World Dream telah mendarat di Pulau Sebaru sejak Kamis (27/2) untuk melakukan proses observasi terkait COVID-19. Proses itu akan memakan waktu selama 14 hari sesuai standar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Tag: covid-19