Ragam Penyimpangan Seksual, dari Sadisme hingga Berhubungan Seksual dengan Binatang

ERA.id - Topik LGBT atau akronim dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender jadi trending topic di Twitter hari ini. Hal itu berkaitan dengan perilaku penyimpangan seksual atau parafilia yang dialami seseorang. Sebetulnya tak hanya LGBT, ada beberapa macam penyimpangan seksual.

Pada dasarnya, penyimpangan seksual merupakan kondisi ketika seseorang terangsang akibat membayangkan maupun terlibat hubungan seksual yang tidak lazim. Kondisi ini dapat melibatkan individu, objek, benda maupun aktivitas tertentu.

Dunia kedokteran mencatat ada beberapa jenis penyimpangan seksual. Beberapa yang umum terjadi seperti di bawah ini bahkan sempat menggegerkan publik Tanah Air. Apa saja?

1. Eksibisionisme

Penderita perilaku penyimpangan seksual, eksibionisme gemar memamerkan alat kelamin mereka pada orang asing. Aktivitas tersebut umumnya dilakukan secara diam-diam di tempat umum. Ada pula yang melakukannya secara terang-terangan dengan menakut-nakuti orang lain.

Para eksibisionis akan memperoleh kepuasan seksual jika korbannya terlihat kaget, syok dan takut. Dalam beberapa kasus, para eksibisionis meneror korbannya dengan melakukan masturbasi di hadapan mereka. 

Umumnya, pecandu eksibisionis merupakan pria. Gejalanya pun terjadi sebelum usia 18 tahun. Di Indonesia, ada banyak kasus penyimpangan seksual eksibisionisme, salah satu yang sempat menghebohkan publik yaitu kasus Brusly Wongkar (40) yang gemar memamerkan organ vitalnya di hadapan bocah. Kasus tersebut terjadi di Cikarang Timur, Bekasi.

2. Pedofilia

Individu dengan perilaku penyimpangan seksual pedofilia memiliki ketertarikan secara seksual terhadap anak kecil dengan rentang usia di bawah 15 tahun. Jika hasrat menyimpang pelaku terhadap balita dengan rentang usia di bawah 5 tahun, maka kondisi itu disebut infantofilia.

Pelaku dengan penyimpangan seksual pedofilia akan mendapatkan kepuasan secara seksual dengan mengajak anak melihat pelaku melakukan masturbasi, meminta anak telanjang, menyentuh organ kelamin anak bahkan melakukan aktivitas seksual dengan anak.

Sebagian besar pelaku melakukan aksinya pada kerabat dekat maupun anak sendiri. Namun tidak menutup kemungkinan pula pelaku melakukannya pada anak siapapun. Di Indonesia, salah satu kasus penyimpangan seksual pedofilia belum lama ini yang sempat menggemparkan adalah kasus pelecehan terhadap belasan siswa SD di Medan.

3. Fetisisme

Penderita perilaku penyimpangan seksual fetisisme akan merasa terpuaskan dan bergairah setelah melibatkan objek benda maupun bagian tubuh tertentu. Fetisisme dapat melibatkan benda seperti bra, celana dalam, sepatu, kaos kaki dan sebagainya. Para pecandu fetish yang melibatkan benda tak jarang menyalurkan hasrat mereka dengan menggunakan pakaian dalam wanita. 

Sementara pecandu fetish yang melibatkan bagian tubuh akan merasa terangsang apabila melihat bagian tubuh tertentu selain organ reproduksi seperti ketiak, kuku, jari maupun rambut.

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Jenis kelainan seksual ini umumnya dialami kaum pria dan bersifat multisensor. Artinya, di penderita dapat terangsang hanya dengan menyentuh dan meraba objek fetish mereka.

4. Frotteurism

Individu yang memiliki kelainan seksual frotteurism akan merasa terpuaskan berahinya setelah menggosokkan organ intim pada orang asing. Umumnya pelaku akan berpura-pura tidak melakukan suatu apa pun.

Di Indonesia, kasus penyimpangan seksual frotteurism kerap terjadi di transportasi publik seperti kereta maupun bus. Kelainan seksual ini umumnya menjangkiti pria dengan rentang usia 15-25 tahun. Pelaku juga cenderung memiliki sifat pemalu.

5.Voyeurism

Perilaku penyimpangan seksual ini menyebabkan pelakunya bergairah ketika mengintip orang yang sedang berganti pakaian, mandi maupun melakukan aktivitas seksual.

Umumnya, penderita voyeurism tidak bertujuan menjalin kontak seksual dengan korban. Ia hanya melakukan masturbasi sambil mengintip.

6. Nekrophilia

Nekrophilia merupakan jenis penyimpangan seksual yang menyebabkan pelakunya merasa terangsang terhadap mayat. Umumnya, perilaku ini diiringi tindakan kriminal dengan membunuh korbannya. 

Di Indonesia, sejumlah kasus nekrophilia didasari pula dengan motif ingin memperoleh ilmu hitam. Salah satu kasus penyimpangan seksual jenis ini yang sempat menggemparkan publik yaitu kasus pembunuhan siswi SMK berusia 16 tahun di Bogor pada tahun 2014 silam. Pelakunya dua orang tukang ojek yang memperkosa mayat korban dengan dalih memperoleh ilmu hitam.

7. Zoophilia

Perilaku menyimpang ini menyebabkan pelaku memiliki hasrat seksual berhubungan dengan binatang. Kasus penyimpangan seksual jenis ini sempat pula menggegerkan publik Tanah Air. Salah satunya kasus zoophilia yang terjadi di Bukaka, Sulawesi Selatan. Seorang pria nyaris jadi sasaran amuk massa setelah terciduk warga hendak menyetubuhi seekor kuda betina.

Ilustrasi (Jan Steiner dari Pixabay) 

8. Sadisme

Pelaku kelainan seksual sadisme akan memperoleh kepuasan secara seksual dengan melakukan kekerasan secara fisik dan psikologis pada korbannya. Tak jarang, perilaku menyimpang ini dimanifestasikan dalam bentuk penyiksaan, pemerkosaan bahkan pembunuhan.

Salah satu jenis penyimpangan seksual paling umum terjadi ini juga mendorong tingginya kasus pembunuhan, KDRT dan pemerkosaan di Indonesia.

9. Masokisme

Individu dengan jenis penyimpangan seksual masokisme akan memperoleh kepuasan secara seksual dengan diperlakukan secara kasar baik verbal maupun fisik oleh pasangannya. Seringkali, orang dengan kecenderungan masokisme mencari pasangan dengan kelainan seksual, sadisme. Keduanya disebut pasangan sadomasokis. Mereka kerap melakukan aktivitas seksual berupa jeratan, ikatan maupun simulasi permerkosaan dengan menggunakan benda tertentu.

Namun demikian, aktivitas seksual dari individu dengan kelainan ini dapat dikelola secara sehat dan tidak merugikan satu pihak jika pasangan melakukannya secara sadar dan memperoleh persetujuan dari kedua belah pihak.

10. Homoseksual

Homoseksual merupakan penyimpangan seksual karena menyukai sesama jenis atau disorientasi pasangan seksualnya. Diistilahkan gay jika penderitanya laki-laki dan lesbi untuk penderita perempuan. Bahaya dari homoseksual terkait dengan penularan penyakit AIDS. 

Sebuah studi menemukan bahwa kaum homoseksual yang “mencari” pasangannya melalui internet, terpapar risiko penyakit menular seksual (HIV dan AIDS) lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak.

Ilustrasi (Pixabay)