Megawati Ke Calon Kepala Daerah: Survei Bukan Jaminan Terpilih

ERA.id - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan kepada kadernya yang bakal menjadi calon kepala daerah agar tidak terlalu percaya dengan survei atau jajak pendapat. Dia mengatakan, survei bukan jaminan seseorang akan dipilih sebagai pemimpin

"Saya selalu katakan survei bukan jaminan (terpilih), survei hanya menjadi salah satu bagian untuk kita melihat," ujar Megawati saat membuka kegiatan Sekolah Partai Angkatan I yang dilakukan secara daring, Jumat (21/8/2020).

Meski demikian, menurut Megawati, hasil survei bisa dipakai untuk melihat bagaimana respon masyarakat terhadap seorang calon ataupun kepala daerah melakukan tugasnya sebagai pemimpin di daerahnya masing-masing.

"Kalau survei sudah rendah gimana mau diangkat lagi? Siapa yang nilai (survei)? Ya rakyat. Siiapa yang dengar? Rakyat," kata Megawati.

Dia menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tergantung dari bagaimana pimpinannya. Dia mengatakan, pimpinan yang mau bergerak, inspiratif dan kreatif maka akan dapat memajukan daerah yang dia pimpin. Bahkan ada peluang untuk kembali dipilih rakyat untuk kali kedua.

"Kami (DPP) sangat ketat dalam hal itu, karena dalam proses kami memilih peminpin di daerah selalu memantau gerak kerjanya," kata Megawati.

Sebelumnya, PDI Perjuangan membuka Sekolah Partai Angkatan I secara daring akibat pandemi COVID-19. Kegiatan ini, kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bertujuan untuk menggembleng para calon kepala daerah tentang politik kebangsaan.

Acara ini diikuti 129 calon kepala daerah yang diusung partai berlambang banteng tersebut. Acara ini dibuka oleh Ketua Umum dan Sekjen, Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto dan diikuti sejumlah pejabat partai seperti Djarot Saiful Hidayat, Komaruddin Watubun, dan Utut Adianto.

Adapun kepala daerah yang ikut diantaranya adalah calon wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka; calon gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey; hingga calon bupati Kediri Hanindhito Pramono.