Anies Minta Semua Pasien COVID-19 Isolasi di Rumah Sakit, Alasannya?

ERA.id -  Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta para pasien positif COVID-19 untuk tidak lagi isolasi mandiri. Seluruh pasien yang terpapar COVID-19 akan diisolasi di rumah sakit rujukan atau di Wisma Atlet.

"Iya ini sedang disiapkan regulasinya bahwa isolasi itu dikelola oleh pemerintah sehingga lebih efektif dalam memutus mata rantai COVID-19. Karena tidak semua dari mereka yang terpapar tanpa gejala bisa melakukan isolasi dengan baik di rumah masing masing. Kalau pun mereka memiliki tempat tinggal yang cukup luas tapi belum kedisiplinan dan pengetahuan tentang protokol kesehatan dimiliki," kata Anies di Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, seperti dikutip CNBC Indonesia, Rabu (2/9).

Pemprov DKI Jakarta sedangmenyiapkan regulasi mengenai isolasi pasien COVID-19 harus di rumah sakit. Apa alasan Anies meminta agar pasien COVID-19 harus diisolasi di rumah sakit?

"Jadi selama ini ditemukan klaster klaster di rumah tangga. Ada terpapar positif terpapar ibunya bapaknya anaknya pamannya kenapa? Karena ketika melakukan isolasi mandiri belum tentu mengerti tentang protokol pencegahannya. Karena tidak semua orang tahu tentang ini. Di sisi lain kita tahu bahwa ikhtiar untuk memotong mata rantai harus tuntas karena itu diambil kebijakan ini bahwa isolasi akan diselenggarakan oleh pemerintah," sambungnya.

Anies menegaskan kebijakan ini tak hanya berlaku bagi pasien yang terpapar positif dan memiliki gejala melainkan juga pasien positif yang tidak memiliki sama sekali gejala COVID-19.

"Kami sampaikan, bahwa orang tanpa gejala akan diisolasi di Wisma Atlet dan itu sudah disepakati sehingga kita akan laksanakan. Semua yang terpapar positif tanpa gejala atau gejala ringan harus isolasi," jelasnya.