Pemerintah Tetap Dorong Pemulihan Sektor Pariwisata Meski Masih Pandemi

ERA.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut sektor pariwisata harus segera didorong untuk pemulihan ekonomi nasional. Menurutnya, pandemi COVID-19 harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk merumuskan kembali kebijakan transformasi ekonomi nasional. 

Hal tersebut disampaikan Airlangga saat menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) dan kementerian/lembaga (K/L) di kawasan pariwisata Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (25/9/2020).

"Selain banyak ekonomi daerah yang bergantung, sektor pariwisata juga paling mudah dan terbuka untuk menyerap tenaga kerja," ujar Airlangga.

Airlangga mengatakan, jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata terus naik sejak tahun 2010. Karena itu, pemerintah perlu mendorong pemulihannya, sejumlah strategi dan program pun dirumuskan. Meskipun dunia usaha terdampak secara luas, upaya pemulihan ekonomi di semua sektor tetap dengan mengedepankan aspek kesehatan sebagai prioritas tetap menjadi fokus utama pemerintah.

"Oleh karena itu, sektor ini perlu terus didorong dan pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong sektor-sektor yang terkontraksi dan tentunya didorong dengan adanya roadmap pelayanan imunisasi massal nanti yang disiapkan oleh menteri kesehatan," kata Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menambahkan bahwa upaya pemulihan ekonomi menunjukkan kabar menggembirakan. Menurutnya, hingga pekan ini tingkat penyerapan anggaran PEN sudah mendekati 40 persen.

"Dalam beberapa pekan terakhir memang terjadi percepatan penyerapan anggaran PEN," katanya.

Perlu dicatat bahwa program PEN baru dimulai di awal Juni 2020. Artinya, tingkat penyerapan 40 persen dicapai hanya dalam kurun tiga bulan tiga pekan.

"Dengan tingkat penyerapan yang makin cepat ke depan, kami perkirakan bahwa anggaran PEN sebesar Rp695 triliun akan dapat terserap hingga 100 persen," tuturnya.

Tren perbaikan ekonomi pun diprediksi terjadi di kuartal ketiga, dibanding capaian kuartal kedua di angka minus 5,3 persen. Indikator lain seperti data penjualan, kegiatan manufaktur, perkantoran, hingga kegiatan di pasar, semuanya juga menunjukkan perbaikan sejak bulan Juli 2020 lalu.

"Ini jelas lebih baik dibanding dengan kondisi bulan April 2020 hingga Juni 2020. Bahwa memang belum pulih sepenuhnya ke posisi sebelum COVID-19. Namun setidaknya kita sudah melihat tren positif ke depannya," ujar Ketua Umum Golkar ini.

Tren dan capaian positif tersebut, kata Airlangga, tak lepas dari kebijakan stimulus pemerintah melalui program kesehatan, bantuan sosial, bantuan kepada dunia usaha, UMKM, dan sektor padat karya. Ditambah fakta bahwa angka penyerapan PEN meningkat secara pesat dalam bulan-bulan terakhir. Program PEN terbukti memiliki peranan penting dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi, sehingga kontraksi ekonomi tidak menjadi lebih dalam.