Danny Bersyukur Tidak Berkoalisi dengan Golkar di Pilkada Makassar

ERA.id - Calon wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto merasa bersyukur tidak bergabung dalam koalisi Golkar. Sebab, sebelum ia dan Fatmawati Rusdi diusung oleh NasDem, dalam Pilkada Makassar 2020, ia sempat bermasalah dengan Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse.

Bagaimana tidak, saat itu isu kencang berembus pada Juli lalu, jika Danny kemungkinan besar takkan mendapatkan partai lagi dan NasDem riskan untuk membelot di menit akhir sebelum B1-KWK jatuh ke tangannya.

NasDem pun dulunya dikabarkan akan meninggalkan Danny dan akhirnya mengusung Irman Yasin Limpo (None), musabab kedekatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dengan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh.

Tarik-menarik kepentingan inilah yang membuat Danny sempat ragu dengan NasDem dan melirik Golkar sebagai opsi kedua. Makanya, Danny hanya menerima saran saja untuk diusung dan dipaketkan sesuai dengan kepentingan koalisi partai.

Sebut saja, Danny pernah santer dikabarkan menggandeng Zunnun Halid (Golkar), Irman Yasin Limpo (None), sampai akhirnya koalisi NasDem dan Gerindra setuju Fatma (kader NasDem) yang digandeng.

Makanya, lewat Zoom, Danny berbincang dengan Golkar mengenai pasangannya. Di sana, ada wajah Maqbul Halim, Risman Pasigai, Wahab Tahir dan Nurdin Halid.

Dalam video itu, ia menyinggung Rusdi Masse sebagai orang yang gampang emosi dan tinggi hati. "Memang saya ini bidak yang dia mau main-maini. Saya ini orangnya mandiri, dan saya selama ini kontribusi saya bukan saya yang dibantu NasDem, tapi kita yang bantu NasDem. Kenapa terbalik-balik," terangnya dalam video Zoom tersebut.

Jauh setelah video yang heboh itu, Danny Pomanto membuka peran Golkar dalam video tersebut lewat Youtube channel Rijal Djamal. Menurutnya, Golkar yang punya permainan tersebut dan pihak mereka yang merekam.

"Saya bersyukur tidak terjebak pada koalisi itu (Golkar). Itu kemarin bukan rapat, beliau mau ngomong sama saya, pakai Zoom, sudah direncanakan itu barang."

Danny pun mengaku jika rekamannya lengkap, publik pasti mendukungnya dan menyalahkan Golkar. "Kalau rekamannya lengkap pasti semua orang dukung saya, itu banyak kejujuran politik ada di situ."

Bahkan, Danny secara terang-terangan mengatakan kalau komplotan kader Golkar dalam video itu sudah melakukan tindakan kriminal. "Itu sudah direkayasa. Itu pelanggaran kriminal yang besar," tandasnya.