Sejarah Tarian Poco-Poco yang Gerakannya Terinspirasi Senam TNI AD

ERA.id - Anak-anak 90-an pasti akrab dengan tari Poco-Poco apalagi TNI yang kini berulang tahun ke-75. Menengok beberapa tahun yang lalu, tarian ini akrab diselenggarakan saat Hari Kemerdakaan Republik Indonesia, senam pagi dan lain sebagainya.

Lagu Poco-Poco lahir dari tangan Ferry Sapulette. Pada tahun 1993, beliau tergabung dalam Nanaku Group dan memainkan serta merekan lagu Poco-Poco. Beliau mengatakan, bahwa kata Poco-Poco bermakna menggemaskan dalam bahasa Ternate, bukan bahasa Manado.

Tapi ia menganggap hal itu lumrah, sebab ada beberapa persamaan kata dari dua bahasa tersebut. Pada awalnya tarian Poco-Poco hanya dikenal di lingkungan TNI dan Polri sebagai gerakan dari senam pagi.

Ferry mengakui juga terinspirasi dari gerakan senam para tentara. Istilahnya, sama-sama menginspirasi. Ferry sendiri memang dibesarkan dilingkungan tentara, karena ayah beliau seorang tentara Angkatan Darat yang bertugas di Ternate saat itu.

Lebih jauh, ia menjelaskan, ketika menari Poco-Poco gerakannya seperti memegang sesuatu, itu mengikuti gerakan tentara saat memegang senjata. Saat menari, para tentara hanya menggunakan baju kaus dan celana, lalu ditambah dengan memegang senjata.

Tarian Poco-Poco sendiri mulai terkenal tahun 2000-an, setelah ditayangkan di salah satu stasiun televisi di Indonesia.

Sementara prinsip dari tarian Poco-Poco itu sendiri adalah memutar tubuh ke seluruh penjuru mata angin, lalu kembali ke semula. Gerakan Tari Poco-Poco terdiri dari enam gerakan utama.

Walaupun sudah banyak diimplementasikan ke dalam bentuk tarian lainnya, namun yang menyamakan gerakannya adalah langkah kaki yang dimulai dari kaki ke kanan, lalu kembali lagi ke kiri. Kemudian langkahkan kaki ke belakang dan kembali ke depan.

Gerakan dari tarian Poco-Poco sendiri pun memiliki manfaat untuk tubuh. Seperti menurunkan berat badan, meningkatkan denyut jantung, dan dapat meningkatkan nilai kolesterol baik.

Tidak hanya sampai di situ, tarian Poco-Poco yang juga biasa digunakan untuk gerakan senam yang menurut ilmiah bisa meningkatkan kesehatan otak jika dilakukan secara rutin, misalnya dua kali dalam seminggu.