Bagaimana Upaya Perlindungan WNI di Luar Negeri di Tengah Pandemi Corona?

ERA.id - Sejak awal 2020, hampir seluruh negara di dunia menghadapi wabah infeksi virus corona baru yang membuat pemerintah masing-masing sibuk berupaya mencegah penularan lebih lanjut demi keselamatan warga.

Untuk menahan penyebaran dan penularan lebih lanjut penyakit infeksi virus corona baru (COVID-19), banyak negara melakukan karantina wilayah (lockdown) nasional.

Penguncian membuat para pemerintah harus meningkatkan upaya dalam mengurusi dan melindungi warganya masing-masing yang berada di luar negeri, tak terkecuali pemerintah Indonesia.

Perlindungan warga negara Indonesia (WNI) sejak awal selalu menjadi salah satu prioritas utama kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden Joko Widodo, baik pada periode pertama maupun pada pemerintahan periode kedua --yang telah berlangsung sekitar satu tahun.

Perlindungan WNI di luar negeri pada masa pandemi COVID-19 bisa dibilang menjadi salah satu ujian atau tantangan bagi prioritas kebijakan pemerintahan Jokowi pada periode kedua ini.

Pemerintah sangat diharapkan untuk menunjukkan "kehadiran negara" dalam melindungi warganya di tengah pandemi, termasuk mereka yang berada di luar Tanah Air.

Pada umumnya sejak awal pandemi, banyak WNI yang mengikuti program repatriasi --pulang ke Indonesia, namun tidak sedikit yang memilih untuk tetap berada di negara lain karena satu dan lain hal.

Pemenuhan kebutuhan

Terkait upaya perlindungan bagi para WNI yang harus menghadapi pandemi COVID-19 selama berada di negara lain, pemerintah RI berupaya memastikan pemenuhan kebutuhan utama para warga Indonesia tersebut melalui perwakilannya di luar negeri.

Seiring dengan program perlindungan WNI, perwakilan RI di luar negeri -- baik KBRI, KJRI, maupun kantor perwakilan lainnya -- berusaha membantu kebutuhan para WNI pada masa pandemi COVID-19 melalui sejumlah dukungan logistik.

Misalnya, KBRI Bandar Seri Begawan (BSB) pada Rabu, 6 Mei 2020, membagi-bagikan bantuan kebutuhan bahan pokok (sembako) bagi para warga Indonesia, termasuk pekerja migran Indonesia, yang pekerjaannya terdampak wabah COVID-19.

Lebih dari 200 WNI menerima bantuan sembako yang berisi beras, gula, mi instan, kecap, minyak goreng, kopi, susu kaleng, dan ikan sarden kaleng. Jumlah itu adalah sebagian dari 700 sembako yang dibagikan KBRI BSB sesuai permintaan masyarakat.

Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Sujatmiko mengatakan bahwa pemberian bantuan sembako itu adalah salah satu bentuk perwujudan kehadiran negara bagi warga Indonesia di Brunei.

"Pada 9-10 Mei, kami juga menyerahkan bantuan sembako bagi kurang lebih 300 warga Indonesia melalui pengiriman ke tempat-tempat yang sulit dijangkau di Kuala Belait, Tutong dan Temburong," ucap Sujatmiko.

Sebelumnya, pada 29 Maret 2020, pihak KBRI BSB juga telah membagikan bantuan berupa masker dan sabun pencuci tangan bagi masyarakat kelompok rentan sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.

Menurut Dubes Sujatmiko, pandemi COVID-19 telah membawa dampak ekonomi yang cukup terasa bagi warga Indonesia di Brunei, khususnya para pekerja migran yang bekerja di sektor restoran, katering dan perhotelan.

KBRI mencatat banyak pekerja yang terkena pemotongan gaji, penghentian gaji sementara hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Tinparwati, salah seorang WNI penerima paket sembako menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah melalui KBRI.

"Terima kasih kepada KBRI atas bantuan sembakonya. Ada beberapa dari anggota komuntias kami yang terdampak COVID-19 hingga di-PHK dan tidak ada uang untuk makan, jadi bantuan ini sangat berharga sekali," ucap Tinparwati yang bekerja sebagai penjaga toko di Bandar Seri Begawan.

Sejak awal COVID-19 mewabah, KBRI London melalui SATGAS COVID-19 yang dibentuknya telah menjalankan protokol bantuan dan melakukan pendataan menyangkut potensi dampak ekonomi bagi WNI.

Upaya itu dilakukan untuk memastikan penyusunan data akurat apabila suatu saat terdapat WNI yang memerlukan bantuan.

KBRI London menyusun program KBRI SIAGA, yang antara lain menyiapkan berbagai keperluan logistik bagi WNI terdampak COVID-19.

Langkah antisipatif itu memudahkan KBRI untuk dapat menyampaikan bantuan secara tepat waktu dan tepat sasaran.

"Kami telah menyampaikan bantuan logistik berupa bahan makanan dan alat kesehatan kepada WNI yang tinggal di London dan sekitarnya," kata Wakil Duta Besar RI untuk Inggris Raya Adam M. Tugio.

Bantuan bahan makanan berisi beras, mi instan, susu dan makanan kaleng, serta beberapa alat kesehatan berupa masker, sarung tangan, paracetamol dan hand sanitizer.

Bantuan tersebut diberikan oleh tim SATGAS COVID-19 KBRI London kepada para WNI yang mengalami kesulitan ekonomi karena tidak lagi bekerja serta para pekerja migran Indonesia di wilayah luar negeri Inggris (British Overseas Territories).

Sementara itu, pada 30 April 2020, KBRI Suva menyerahkan bantuan sembako kepada 16 warga Indonesia anak buah kapal (ABK) yang bekerja untuk kapal ikan Taiwan "Thalassa" yang berlabuh di Port Mua-i-Walu 1, Walu Bay di Fiji. Mereka adalah ABK yang terkena dampak ekonomi dari wabah COVID-19.

Status mereka masih dipekerjakan, namun tidak menerima uang saku tunai (petty cash) karena kapalnya tidak beroperasi akibat larangan berlayar terkait COVID-19.

Bantuan diserahkan langsung oleh Dubes RI untuk Fiji Benyamin Scott Carnadi kepada para ABK yang persediaan sembakonya mulai menipis. Selain sembako, diserahkan pula sabun cuci dan obat-obatan.

"Ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang melindungi segenap tumpah darah Indonesia di mana pun mereka berada di muka bumi," ujar dia.

Pendampingan

Bukan hanya memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para WNI, pemerintah melalui perwakilan-perwakilan di luar negeri juga menjalankan tugas pendampingan selama masa pandemi, salah satunya dengan penyebaran informasi dan sosialisasi mengenai wabah COVID-19.

Langkah seperti itu antara lain dilakukan oleh KBRI London, yang memperkenalkan permainan (game) melawan COVID-19. Game disebut dengan "Dawn of Civilization: Solve Corona" dan ditujukan untuk mendidik anak-anak WNI di Inggris dan Irlandia mengenai wabah virus baru corona.

KBRI London memperkenalkan game tersebut untuk memberikan nuansa baru bagi anak-anak WNI pada kondisi karantina.

"Kita kumpulkan anak-anak usia sekolah dasar secara virtual untuk mengenal game tentang COVID-19 dan cara menjaga diri sambil di rumah saja," kata  Adam M Tugio.

Aspek penting dari game tersebut adalah tujuannya, yakni mendorong pembentukan perilaku baru dalam menjaga kebersihan diri dan menangkal berita atau kabar bohong (hoaks).

"Hal ini penting untuk kita kenalkan kepada anak-anak kita di sini, mengingat tingkat wabah COVID-19 di Inggris adalah salah satu yang tertinggi di dunia," ujar Adam.

Selain itu, KBRI London bersama tim dokter mahasiswa PPI UK juga memberikan layanan konsultasi bagi WNI yang memiliki gejala COVID-19, mengirimkan obat bagi WNI yang sedang sakit namun tinggal sendirian, serta memberikan alat kesehatan bagi keluarga yang anggotanya terjangkit COVID-19.

Mengingat masa pandemi COVID-19 yang telah berlangsung cukup lama, yakni hampir setahun, perwakilan-perwakilan RI di luar negeri juga memanfaatkan teknologi komunikasi untuk terus memberikan pendampingan dan menjalin silaturahmi dengan para warga Indonesia.

Misalnya, KBRI London menjalankan program KBRI MENYAPA dengan menelpon atau mengirimkan sms untuk memastikan kesehatan WNI yang berada di wilayah Inggris Raya.

Berbagai program edukasi dan dialog virtual juga diselenggarakan, baik mengenai pencegahan penularan COVID-19, pemeliharaan kesehatan mental selama pandemi, program anak dan keluarga, dan acara Ngopi Bareng Virtual.

Selanjutnya, dalam masa pandemi yang berlangsung selama hampir setahun, KBRI dan perwakilan lain RI pun menggelar berbagai acara dan kegiatan secara virtual untuk terus mendampingi WNI di luar negeri, salah satunya pada saat menjalani bulan Ramadhan.

KBRI Amman yang mengadakan sejumlah kegiatan secara daring, mulai dari kuliah dan pengajian Ramadhan, lomba MTQ hingga lomba dakwah virtual untuk tetap dapat menjalankan ibadah puasa secara khidmat dalam suasana kesederhanaan.

"Di tengah suasana lockdown dan pembatasan sosial, mesin diplomasi harus tetap bekerja secara kreatif, khususnya dalam melayani dan melindungi WNI, dengan memanfaatkan jaringan elektronik dan digital," ujar Dubes RI untuk Yordania Andy Rachmianto saat itu.

Tidak hanya itu, perayaan Idul Fitri 1441 H tetap dilakukan melalui kegiatan silaturahim online antara KBRI dan perwakilan lain RI bersama warga Indonesia di luar negeri.

Perwakilan-perwakilan RI mengadakan berbagai kegiatan secara virtual untuk terus menjalani dan merayakan hidup bersama dengan warga Indonesia di luar negeri di tengah pandemi. Ada acara buka puasa bersama selama Ramadhan, silaturahim daring dalam rangka perayaan Idul Fitri , halalbihalal daring, hingga upacara online peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Berbagai upaya perlindungan dan pendampingan WNI yang dilakukan pemerintah RI melalui perwakilannya tersebut dilakukan untuk menunjukkan bahwa negara hadir bagi rakyatnya, termasuk bagi mereka yang berada jauh di negeri lain pada masa pandemi COVID-19 ini.

Harapan banyak pihak adalah bahwa pemerintah dan warga Indonesia terus memelihara persatuan dalam bertahan melalui badai COVID-19 ini sebagai satu bangsa yang bersatu.