Pemerintah Masih Tunggu Hasil Uji Klinis Fase III Kandidat Vaksin COVID-19

ERA.id - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmita mengatakan pemerintah masih menunggu hasil uji klinis fase III sejumlah kandidat vaksin COVID-19 dari luar negeri.

"Saat ini kandidat-kandidat vaksin sedang dalam tahap uji klinis fase III untuk memastikan keamanan, efek samping, dan juga rentang dosis aman yang dapat digunakan kepada manusia sehingga efektif," ujar Wiku dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Pemerintah, kata Wiku, menekankan agar upaya pengembangan vaksin ini dapat dilakukan secara hati-hati dan tidak terburu-buru. Karena itu, pemerintah masih menunggu hasil uji klinis fase III ini serta transfer dokumen ke BPOM untuk dianalisa.

"Setelah uji klinis memberikan hasil yang sesuai dengan standar kesehatan, maka nantinya BPOM baru dapat mengeluarkan izin untuk dapat digunakan," kata Wiku.

"(Uji vaksin COVID-19) harus tetap berpedoman pada standar kesehatan," imbuhnya.

Selain itu, seluruh Provinsi masih terus berusaha mengembangkan kesiapan terkait vaksinasi secara nasional sesuai roadmap dari Kementerian Kesehatan. Persiapan vaksinasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek baik logistik maupun kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Untuk persiapan logistik vaksin COVID-19 sudah mencapai 97 persen. Sedangkan untuk SDM tenaga kesehatan sudah dipersiapkan rata-rata sebanyak 739.722 orang, dan vaksinator di puskesmas maupun RS sebanyak 23.145 atau secara rasio 1:20 di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, pemerintah melakukan finalisasi pembelian vaksin untuk COVID-19 dari tiga perusahaan produsen vaksin asal China yakni Cansino, Sinopharm, dan Sinovac. Selain ketiganya, pemerintah juga diberitakan menjajaki kerja sama pembelian vaksin COVID-19 dengan AstraZeneca yang saat ini dikembangkan di Eropa