Survei: Prabowo Jadi Menteri dengan Kinerja Terbaik, Kalahkan Erick Thohir

ERA.id - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto disebut sebagai menteri dengan kinerja terbaik dalam Kabinet Indonesia Maju. Hal tersebut berdasarkan hasil survei Indo Barometer mengenai 'Kinerja 1 Tahun Jokowi-Ma'ruf Amin dan COVID-19 di Indonesia'.

Survei yang dilakukan pada tanggal 10 hingga 17 Oktober 2020 menunjukan, responden yang mengaku puas dengan kinerja Prabowo sebanyak 29,3 persen. Sementara di posisi kedua ditempati oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sebanyak 16,3 persen responden.

Kemudian disusul Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan 15,2 persen, Menteri BUMN Erick Thohir 12,2 persen responden, dan urutan kelima ditempati Menkopolhukam Mahfud MD dengan 8,8 persen responden.

"Alasan utama kinerja menteri bagus diantaranya : pintar atau intelektual (cerdas), mempunyai jiwa kepemimpinan yang bagus, keputusannya tegas dan lugas, mempunyai hasil kerja nyata, dan banyak program terobosan (visi misi ke depan)," seperti dikutip dari rilis Indo Barometer, Kamis (5/11/2020).

Alasan responden yang menilai Prabowo sebagai menteri dengan kinerja terbaik adalah karena dianggap mempunyai jiwa kepemimpinan yang bagus, keputusannya tegas dan lugas, mampu menjaga keamanan, kebijakannya berpihak ke rakyat kecil, dan berwibawa dalam menyelesaikan masalah.

Sementara alasan responden menilai kinerja Nadiem Makarim baik karena pintar/intelektual, banyak program terobosan, mampu meningkatkan pelayanan pendidikan, muda berbakat, dan cara kerjanya bagus.

Selanjutnya, alasan kinerja Sri Mulyani memuaskan karena pintar, cocok menduduki menteri tersebut, mempunyai hasil kerja nyata, keputusannya tegas dan lugas, dan mampu meningkatkan perekonomian.

"Alasan utama Erick Thohir sebagai menteri kinerja bagus di antaranya : pintar, banyak program terobosan (visi misi ke depan), cara kerjanya bagus, mempunyai hasil kerja nyata, dan keputusannya tegas dan lugas."

Terakhir Mahfud MD juga dinilai pintar sebagai menteri. Selain itu juga dia dinilai responden mampu memberikan solusi atas masalah, kebijakannya berpihak pada rakyat kecil, keputusannya tegas dan lugas, dan mempunyai jiwa kepeminpinan yang bagus.

Survei dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden. Margin of error sebesar 2,83 persen.