Satu Perawat Ditahan Polisi Inggris karena Diduga Membunuh 8 Bayi

ERA.id - Seorang perawat bernama Lucy Letby baru-baru ini ditangkap polisi di Inggris atas kasus pembunuhan 8 bayi, dan percobaan pembunuhan terhadap 9 bayi lainnya, di Rumah Sakit Countess of Chester Hospital, yang terjadi sekitar tahun 2015 hingga 2016 lalu.

Seperti dilansir Daily Mail, ini bukan untuk pertama kalinya Letby ditangkap untuk kasus pembunuhan bayi tersebut. Ia pada tahun 2018 dan 2019 pernah ditahan oleh pihak kepolisian untuk disidik dalam kasus yang sama.

"Pada Juli 2018, seorang pekerja medis ditangkap atas dugaan pembunuhan terhadap 8 orang bayi, serta upaya pembunuhan terhadap 6 bayi lainnya, di unit kelahiran di Countess of Chester Hospital. Ia akhirnya dibebaskan, menunggu penyelidikan berikutnya," kata Kepala Inspektur Detektif Paul Hughes dari Kepolisian Chester, seperti dilansir Daily Mail, Selasa (10/11/2020).

Lucy Letby ditangkap hari Selasa (10/11/2020).

Inspektur Hughes mengatakan bahwa perawat tersebut sempat ditangkap lagi pada Juni 2019 karena diduga mencoba membunuh 3 bayi lainnya.

"Hari ini, sebagai bagian dari penyelidikan, sang perawat kembali kami tahan atas dugaan pembunuhan delapan bayi, dan percobaan pembunuhan terhadap sembilan bayi lainnya," kata Hughes.

Berdasarkan pemberitaan Daily Mail, polisi telah menyelidiki kasus ini sejak Mei 2017. Awalnya mereka mengira hanya ada 15 bayi yang meninggal secara mencurigakan. Namun, setelah diselidiki, polisi menemukan adanya 17 bayi yang meninggal, disertai 16 bayi yang kolaps, di rentang waktu pada bulan Maret 2015 hingga Juli 2016. Dalam rangka penyelidikan ini, polisi lantas menggeledah rumah Letby yang ada di kawasan Blacon, Chester, Inggris.

Lucy Letby sendiri sebelumnya telah menjalani pendidikan selama tiga tahun di Universitas Chester untuk bisa lulus sebagai perawat pada tahun 2011. Setelah lulus, ia langsung bekerja di rumah sakit di Chester tersebut.

"Ini adalah masa yang sulit bagi para keluarga yang terdampak, dan perlu diingat bahwa para keluarga yang kehilangan saat ini terus mencari jawaban tentang apa yang terjadi pada anak-anak mereka," kata Hughes, sembari menyatakan bahwa tim kepolisian akan terus berkomitmen menyelidiki kasus pembunuhan belasan bayi ini hingga semuanya bisa mendapatkan kejelasan.