Alasan Pemerintah Tak Gratiskan Vaksinasi COVID-19, Anggaran Kurang?

ERA.id - Pemerintah membagi dua program vaksinasi COVID-19 yaitu program pemerintah atau gratis dan program mandiri atau berbayar. Hal ini mendapat sorotan dari masyarakat yang menilai vaksin virus korona seharusnya diberikan secara gratis.

Juru bicara vaksin COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, terdapat sejumlah pertimbangan terkait program vaksin COVID-19 yang belum bisa diberikan secara gratis. Salah satunya masalah anggaran yang teralokasikan untuk keperluan pengananan pandemi COVID-19.

"Iya (anggaran teralokasi ke sektor lain). Kan tahun 2021 yang sakit COVID-19 masih harus diobati, masih harus beli obat untuk pasien COVID-19, alat pelindung diri (APD), lab. Selain itu pasien yang selama ini dibiayai BPJS juga harus terus dibiayai," ujar Nadia saat dihubungi Era.id, Selasa (15/12/2020).

Selain memenuhi faslitas dan akses kesehatan selama pandemi COVID-19, Nadia mengatakan, anggaran juga terserap ke sejumlah program pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang cukup terpulul akibat wabah virus korona. 

"Bantuan untuk pemulihan ekonomi ke masyarakat juga tetap harus dialokasikan. Seperti bantuan UMKM, bantuan padat karya, bantuan tunai langsung dan jaring pengaman sosial lainnya," papar Nadia.

Oleh karena itu, kata Nadia, pengadaan vaksin COVID-19 berbayar sebenarnya dimaksudkan agar masyarakat saling bergotong royong antara yang mampu dan tidak mampu. Dia menegaskan, jangan sampai program yang seharusnya menyasar masyarakat kurang mampu justru salah sasaran.

"Di masa pandemi diharapkan semua berperan saling gotong royong. Jangan sampai sebenarnya yang mampu mendapat subsidi, sementara penduduk yang kurang mampu malah berkurang untuk mendapatkan kesempatan bantuan," tegasnya.

Gagasan vaksinasi berbayar dan gratis ini belakangan mendapat penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. Di media sosial, warganet bahkan membandingkan kebijakan pemerintah Indonesia dengan rencana pemberian vaksin gratis yang dilakukan oleh sejumlah negara. Negara seperti Australia, Hong Kong, Selandia Baru, Belgia, Jepang, hingga India pun berencana menggratiskan vaksin kepada seluruh warganya.

Padahal, India memiliki jumlah populasi sebanyak 1,3 miliar atau menduduki peringkat kedua negara dengan rakyat terbanyak di dunia, sementara Indonesia saat ini menduduki posisi keempat.