Alami Gangguan Mental yang Sangat Menyiksa, Sunmi Curhat Habis-Habisan

ERA.id - Penyanyi Sunmi baru-baru ini berbicara tentang gangguan mental yang dialaminya beberapa tahun lalu. Ia mengungkap bahwa penyakit yang dialaminya sangat menyiksa tubuh dan pikirannya.

Pada acara Running Girls yang tayang Rabu (16/12/2020), Sunmi blak-blakan terkait gangguan mental yang dialaminya beberapa tahun lalu. Ia bercerita di hadapan rekan sesama idol lainnya, Chuu LOONA, Hani EXID, YooA Oh My Girls, dan juga Chungha. 

Selama pembicaraan, mantan member Wonder Girls itu mengatakan ia didiagnosis Borderline Personality Disorder (BPD) atau penyakit jiwa dimana seseorang mengalami kesulitan dalam mengatur atau menangani emosi, citra diri, dan perilakunya. 

“Saya meninggalkan Wonder Girls untuk mengambil cuti. Saat itu, saya berurusan dengan penyakit mental daripada penyakit fisik,” kata Sunmi, dikutip Osen, Kamis (17/12/2020). 

“Sekitar lima tahun lalu, saya didiagnosis dengan gangguan kepribadian ambang. Itulah yang sangat menyiksaku,” lanjutnya.

Sejak didiagnosis dengan BPD, Sunmi pun langsung menjalani perawatan dan pengobatan. Ia secara rutin mengkonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter agar kondisinya membaik. 

Namun perjuangannya agar bisa stabil sangat panjang dan sulit. Ia harus bisa mengontrol dirinya agar orang-orang di sekitar merasa nyaman. Dari pengalamannya itu lah ia mengerti bagaimana perjuangan orang-orang yang juga didiagnosis dengan gangguan mental. 

“Saya ingin orang-orang di sekitar saya bahagia dan tidak terluka karena saya. Saya ingin mencintai mereka, tapi itu juga datang dari sesuatu dalam diri saya yang ingin dicintai sebagai balasannya,” ungkap pelantun “Siren” itu. 

Kini Sunmi mengatakan obat-obatan yang ia konsumsi sudah jauh berkurang dari sebelumnya. Meski harus tetap mengkonsumsi obat, dirinya sudah merasa jauh lebih baik dan tenang. 

Terkait penyakit mentalnya Sunmi juga merilis dan menulis sebuah lagu bahasa inggris berjudul “Borderline”. Lagu ini menceritakan tentang pengalamannya dengan gangguan mental tersebut yang sudah dirilis pada bulan Agustus.