Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Kondom Wanita

ERA.id - Kondom biasanya identik dengan alat kontrasepsi untuk pria. Tapi tahukah Anda, kalau belum lama ini diciptakan kondom yang dikhususkan untuk wanita?

Walau beda bentuk, kondom pria dan wanita berfungsi sama yaitu mencegah cairan sperma masuk ke dalam rahim. Selayaknya alat kontrasepsi, keduanya digunakan demi mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Tujuan lainnya yakni mencegah penyakit menular seperti HIV/AIDS, gonorhea, sifilis, dan sebagainya. Toh, awal mula kondom diciptakan sebagai penangkal berbagai penyakit menular seksual.

Kondom pria dan wanita juga berbahan baku sama, yakni zat plastik bernama polyurethane. Selain itu, batas pemakaiannya juga sama-sama satu kali. Tidak ada satu pun jenis kondom yang dapat digunakan lebih dari sekali.

Perbedaannya adalah pada letak pemakaiannya. Kondom pria digunakan pada penis, sedangkan kondom wanita dimasukan ke dalam vagina.

Maka dari itu, kondom wanita juga disebut sebagai kondom internal. Kondom wanita dapat dipakai 8 jam sebelum berhubungan seks. Berbeda dengan kondom pria yang baru dapat digunakan setelah penis mengalami ereksi sempurna.

Kondom wanita memiliki cincin di kedua sisinya. Di sisi dalam, cincin bertekstur sedikit padat karena digunakan untuk mendorong kondom ke dalam vagina sampai ke mulut rahim.

Sedangkan di bagian luar, cincin lebih lunak dan memiliki bukaan untuk penis. Selain itu, cincin bagian luar juga mampu menutupi bibir vagina dan vulva, sehingga tidak ada kontak antara dua alat kelamin sama sekali.

Itulah yang menyebabkan kondom wanita lebih efektif dalam mencegah penyakit menular maupun kehamilan. Itu dikatakan Erica Gollub, pakar kesehatan masyarakat dari Pace University, New York, dilansir dari Kebijakan Aids Indonesia.

Mengapa kondom wanita lebih bisa diandalkan? Alasannya, karena kondom wanita dapat menahan virus sekecil hepatitis B, yang secara mikroskopik ukurannya lebih kecil dari HIV. Selain itu, kondom wanita tidak bergantung pada kondisi ereksi pria.

Dari keterangan Gollub, efektivitas kondom pria berkurang apabila ereksi belum sempurna dan cairan pre-ejakulat--yang juga menularkan penyakit--dapat keluar karena kondom tidak terpasang dengan benar.

Sementara menurut Badan Jaminan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), kondom wanita 95 persen efektif mencegah dua hal yang tidak diinginkan tersebut apabila digunakan secara benar dan konsisten. Walau toh nantinya seorang perempuan memakai kondom yang tidak sesuai dengan prosedur yang dianjurkan, efektivitasnya hanya bisa menurun hingga 75 sampai 82 persen saja.

Lantas kapan kondom wanita tidak akan efektif sama sekali? Apabila kondom wanita itu dalam kondisi rusak. Baik sebelum atau saat hubungan seks berlangsung.

Penyebab kondom wanita rusak yakni saat hubungan seks berlangsung, perempuan dan lelaki sama-sama menggunakan kondom. Intinya, jika wanita sudah menggunakan kondom, maka pria tidak perlu mengenakannya juga. Sebab friksi saat berhubungan seks akan merobeknya. 

Selain itu, penggunaan pelumas berbahan dasar minyak juga dapat merusak kondom wanita. Sebab bahan polyurethane akan rusak apabila terkena minyak. NHS menyarankan untuk menggunakan pelumas berbahan dasar air apabila ingin menambahkan pelumas. 

Terlepas dari semua hal tersebut, perbedaan antara kondom wanita dan kondom pria yang paling utama adalah pilihan. Dengan adanya kondom wanita, kaum hawa tidak perlu bergantung kepada pasangannya dalam melakukan seks yang aman.

Berdasarkan penelitian yang Gollub lakukan, di Amerika Serikat, pria yang mau menggunakan kondom masih terbilang sedikit, yakni kurang dari 20 persen dari total populasi.

Salah satu penyebab rendahnya angka tersebut karena mereka kurang merasa puas dalam berhubungan seks apabila mengenakan kondom. 

Perihal kepuasan seksual, PATH dan United Nations Population Fund (UNFPA) dalam penelitiannya, Female Condom: A Powerful Tool for Protection, mengklaim bahwa penggunaan kondom wanita dapat meningkatkan kepuasaan seksual, dibanding kondom pria. 

Selain itu kondom wanita memberi pilihan lain ketika pasangannya tidak ingin menggunakan kondom. Sehingga mereka memiliki kontrol yang sama atas hubungan seksual yang aman. 

Penggunaan kondom wanita pun diklaim berbagai pihak sebagai bentuk pemberdayaan perempuan, khususnya perihal hubungan seks--yang masih didominasi laki-laki. 

Namun sayang, alat kontrasepsi ini tidak begitu populer di kalangan masyarakat, termasuk di Indonesia. Beberapa kekurangan dari kondom wanita, salah satunya adalah karena harganya yang dua kali lipat lebih mahal dari kondom pria.