Ganjar Sebut Ekonomi dan Kesehatan Sulit Berjalan Bersama Saat Pandemi

ERA.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan tidak mungkin bisa menjalankan perekonomian dan kesehatan secara seimbang di tengah lonjakan kasus aktif COVID-19 seperti saat ini. Menurutnya, setiap daerah harus mulai mengambil skala prioritas.

Hal tersebut sekaligus merespon kebijakan pemerintah tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang mulai berlaku pada 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

"Kalau kondisinya sudah seperti ini (kasus aktif COVID-19 melonjak), jangan ngomong dampak ekonomi. Kita harus ambil skala prioritas. Mau jalan dua-duanya, sulit," kata Ganjar dalam diskusi yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (7/1/2021).

Sebab, menurut Ganjar, di tengah pandemi COVID-19 yang kian memburuk terlalu ideal jika menyebut perekonomian bisa terus berjalan baik-baik saja. "Pembatasan kita lakukan tapi ekonomi bebas, itu sesuatu yang dalam praktiknya tidak mungkin," kata Ganjar.

Ganjar mengaku terus mengedukasi masyarakatnya khususnya pelaku usaha di sektor ekonomi pariwisata untuk ikhlas rugi selama wabah virus korona belum bisa dikendalikan dengan baik. Dia juga mengawasi dengan ketat operasional tempat wisata. Dengan menyampaikan kenyataan yang ada, Ganjar yakin pelaku ekonomi bisa memahami situasi saat ini.

"Pariwisata mohon maaf ya anda akan rugi, itu kita omongkan. Kita jangan tipu-tipu lagi. Sebab kalau kita bilang tenang ya anda akan oke, nggak mungkin," kata Ganjar.

"Tempat pariwisata terpaksa akan saya pantau. Kalau sekali saja anda melanggar tak tutup. Kita bicaranya musti seperti itu. Sehingga dunia usaha bsa memahami situasi yang tidak mudah ini," tegasnya.

Oleh karena itu, Ganjar meminta semua pihak berkorban diawal untuk investasi jangka panjang. Ganjar berharap PPKM selama dua minggu bisa menekan jumlah kasus baru virus korona dan membawa angin segar bagi pengusaha.  

"Kita musti berkorban di awal untuk investasi yang lebih panjang. Atau kita tidak mau berkorban dan investasi jangka panjang tidak memanen tidak bagus. Ingat lho belajar kita sudah lama lho ya, hampir satu tahun," kata Ganjar.

Untuk diketahui, PPKM di Jawa Tengah akan berlangsung di tiga daerah yakni Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya. Selain Jawa Tengah, pemerintah pusat menyebut sejumlah daerah di seluruh Pulau Jawa dan Bali juga akan mulai menjalani PPKM untuk menekan lonjakan kasus aktif COVID-19.