Peluang Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024, Perludem: Jokowi 3 Periode Langgar UUD 1945

ERA.id - Muncul prediksi perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 bakal diisi oleh pasangan calon tunggal Joko Widodo-Prabowo Subianto. Jika benar maju di Pilpres mendatang, "duet maut" ini dipastikan akan melawan kotak kosong.

Namun, apakah mungkin Jokowi kembali mencalonkan diri sebagai capres? Ketua Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati menyebut, hal itu tidak mungkin. Sebab, melanggar konstitusi, lebih tepatnya Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 7 yang menegaskan bahwa presiden dan wakil presiden maksimal bisa menjabat paling lama dua periode atau sepuluh tahun.

"Tentu tidak bisa. Karena di UUD disebutkan presiden hanya bisa menjabat dua periode, sehingga Jokowi tidak bisa maju kembali sebagai capres," ujar Khorunnisa saat dihubungi, Kamis (25/2/2021).

"Kalau kemudian mau maju tiga periode maka artinya tidak sesuai dengan konstitusi kita," imbuhnya.

Khoirunnisa menambahkan, tidak bisa pula secara mendadak mengubah peraturan perundang-undangan hanya demi menambahkan ketentuan masa jabatan presiden. Menurutnya, jika ingin mengubah aturan, tetap harus sesuai dengan UUD 1945.

"Kalau mau mengubah UU, UU yang diubah harus sesuai dengan UUD 1945 kita. Jadi tidak bisa serta merta mengubah UU untuk bisa menambah satu periode lagi untuk presiden," katanya.

Lagipula, kata Khorunnisa, jika mengubah perundang-undangan tanpa menyesuaikan dengan aturan konstitusi, maka sangat mudah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Karena kalau tidak sesuai dengan konstitusi kita pasti akan dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi," ucapnya.

Sebelumnya, Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyebut ada peluang perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan diisi oleh pasangan calon tunggal. Adapun yang memungkinkan menjadi calon tunggal, menurutnya adalah Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Qodari mengatakan, jika pasangan Jokowi-Prabowo benar maju di Pilpres 2024, kemungkinan besar akan melawan kotak kosong.

"Kalau skenario Pilpres 2024 yang abnormal, Jokowi berpasangan dengan Prabowo, dan cuma jadi satu pasangan berhadapan dengan kotak kosong," ujar Qodari dalam acara diskusi virutal di kanal YouTube Transvision Official, Rabu (24/2/2021).

Selain itu, apabila pasangan Jokowi-Prabowo benar-benar muncul di Pilpres 2024 akan berdampak positif. Sebab, tidak lagi memunculkan dua kubu seperti pada Pilpres sebelumnya. "Yang namanya perseteruan relatif hilang atau mengecil, karena kan keduanya adalah nasionalis," kata Qodari.