Tweet Pertama di Dunia, Milik CEO Twitter, Terjual Seharga Rp41,85 M

ERA.id - Direktur Eksekutif Twitter Jack Dorsey menjual cuitan pertamanya di Twitter, alias yang pertama di dunia, sebagai aset digital non-fungible token (NFT). Seseorang sepakat membeli dengan harga 2,9 juta dolar AS atau setara Rp41,85 miliar.

Melansir dari CNN, (24/3/2021), cuitan yang berbunyi "baru saja menyetel twttr saya" dalam bahasa Inggris, diunggah Dorsey pada 21 Maret 2006. Sejak saat itu, tweet tersebut telah dibagikan 120 ribu kali dan mendapat lebih dari 160 ribu likes.

Lima belas tahun kemudian, alias baru-baru ini, versi digital tweet tersebut diotorisasi secara digital atas nama Sina Estavi, direktur eksekutif dari Bridge Oracle, sebuah perusahaan blockchain asal Malaysia.

"Ini bukan sembarang tweet! Saya rasa beberapa tahun lagi orang akan menyadari nilai sesungguhnya dari cuitan ini, setara seperti lukisan Mona Lisa," cuit Estavi pada hari Senin.

Estavi sendiri membeli aset digital NFT tersebut di laman Valuables, yaitu platform digital yang menjual cuitan-cuitan dengan sertifikat kepemilikan asli dari penulis tweet. Estavi, dilansir dari CNN, membayar menggunakan mata uang digital Ether.

Sementara itu, Jack Dorsey disebut-sebut langsung meminta hasil penjualan tersebut dikonversikan ke mata uang Bitcoin, lalu mengirimkannya ke lembaga kemanusiaan Give Directly Africa Fund.

Aset digital NFT saat ini tengah menjadi teknologi populer yang digunakan dalam penjualan karya seni dan benda digital lainnya, seperti lukisan hingga musik. NFT sendiri berupa rangkaian token khusus yang bisa menjadi bukti kepemilikan dan otentisitas atas suatu barang digital. NFT tersebut dienkripsi bersama 'tanda tangan' (signature) sang seniman di blockchain, sistem pembukuan digital untuk mata uang seperti bitcoin.

Dalam beberapa pekan terakhir, NFT telah terjual dengan harga fantastis, kadang mencapai nilai triliunan rupiah, berbarengan dengan antusiasme pasar terhadap saham dan penjualan aset digital lainnya.