Momen 22 Mumi Firaun Diarak dalam Parade di Kairo

ERA.id - Pemerintah Mesir menggelar parade akbar kala memindahkan 22 mumi firaun Mesir Kuno menuju kompleks National Museum of Egyptian Civilisation, pada akhir pekan lalu (3/4/2021).

Berdasarkan laporan Al Jazeera, warga Mesir pada hari Sabtu itu menyaksikan bagaimana mumi 18 raja dan 4 ratu diarak selama 7 jam di kota Kairo, menuju ke tempat peristirahatan terakhir para firaun.

Parade tersebut, dijuluki 'Parade Emas Para Firaun' dijaga dengan pengawalan ketat. Mumi para firaun dan anggota kerajaan lainnya dipindahkan dalam peti bersuhu khusus, yang dimasukkan ke dalam truk dengan dekorasi sayap dan desain kerajaan. Kendaraan pengangkut peti itu didesain seperti perahu-perahu kuno yang biasa digunakan untuk membawa jenazah firaun ke dalam makam mereka, sebut Al Jazeera.

Parade pada Sabtu itu disiarkan secara langsung di TV, dan dikabarkan menghabiskan dana hingga triliunan rupiah.

Kepala pusat studi Mesir di American University di Kairo, Salima Ikram, menyatakan bahwa parade tersebut "sangat menyentuh", seperti dilaporkan Al Jazeera. Ia berpendapat bahwa meski biaya parade tersebut sangat besar, "keuntungan yang akan didapat juga cukup bagus dalam jangka panjang."

Mumi yang ikut diarak berasal dari era Kerajaan Baru, yang memerintah Mesir di antara tahun 1539 SM hingga 1075 SM, seperti disampaikan Kementerian Peradaban Kuno Mesir.

Di antara jenazah yang ikut dimumikan itu terdapat Ramses II, salah satu firaun paling terkenal di Mesir, dan Ratu Hatshepsut, yaitu satu-satunya firaun perempuan dalam sejarah Mesir.

Mumi tersebut dimakamkan sekitar 3.000 tahun yang lalu di makam rahasia di Lembah Para Raja dan situs Deir el-Bahrai, demikian dilaporkan Al Jazeera. Keduanya berada di dekat kota Luxor, yang ada di selatan Mesir. Mumi-mumi tersebut pertama kali diangkat oleh para arkeolog di abad ke-19.

Setelah ekskavasi, beberapa mumi dibawa ke Egyptian Museum di Kairo. Beberapa ditampilkan dalam peti kaca. Sementara beberapa yang lain disimpan.

Mumi jenazah Ramses II sempat dibawa ke Paris pada tahun 1976 guna menjalani restorasi khusus oleh para ilmuwan Prancis.