Sukses dengan Bisnisnya, 3 Womenpreneur Ini Berusaha untuk Memberdayakan Perempuan

ERA.id - Di zaman emansipasi saat ini memang sudah banyak wanita-wanita yang berkembang dan membuktikan bahwa kaum hawa mampu bersaing dan pantas memiliki hak yang sama dengan lelaki. Bahkan tak hanya untuk dirinya saja, kini wanita yang sudah sukses dan berhasil sudah mampu memberdayakan dan memberi jalan bagi wanita lain untuk mencapai kesuksesan juga.

Seperti halnya yang dilakukan oleh tiga womenpreneur atau wirausahawati di bawah ini, yang sudah sukses mendirikan usahanya dan tak lupa untuk memberdayakan perempuan lainnya. Yuk, kenal lebih dekat ketiga sosok womenpreneur yang menginspirasi di bawah ini.

(Screenshoot zoom)

1. Ardiana Arsyad - Founder/Director of Nutrishe

Berawal dari keresahannya yang tidak cocok dengan eyelash extension, membuat Ardiana Arsyad mencari cara untuk memperindah dan merawat bulu mata hanya dengan menggunakan bahan alami. Kemudian ia meracik produknya sendiri, hingga berdirilah Nutrishe seperti saat ini.Tak hanya untuk bulu mata, kini Nutrishe juga sudah berkembang menjadi brand kecantikan yang terkenal.

Dengan kesuksesannya membangun brand sendiri ini tak membuat Ardiana lupa untuk membantu orang lain. Ia mengungkapkan bahwa kebanyakan mitra kerjanya adalah perempuan. Dengan begitu, Ardiana kini sudah mampu memberdayakan perempuan untuk berkembang dan berbisnis juga.

"Yang masih menjadi kebanggaan Nutrishe sampai sekarang adalah bisa mengajak wanita lain untuk berbisnis. Salah satunya jadi distributor, di mana menurut data kami 90 persen di antaranya wanita dari berbagai pekerjaan, termasuk ibu rumah tangga," ujar Ardiana Arsyad, saat media briefing bersama TikTok, pada Kamis (22/4/2021).

2. Dr. Shirley Masela Oslan - Founder & Managing Director Mad for Make-up

Tak hanya Ardiana, Dr. Shirley Masela Oslan juga merupakan salah satu wirausahawati yang juga menginspirasi wanita-wanita lainnya. Ia mengakui bahwa meski dirinya adalah seorang dokter kecantikan, itu tetap menyulitkannya untuk membangun bisnis kecantikan. Hal ini lantaran dirinya yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan mengenai wirausaha, pemasaran, dan lainnya. 

Sama dengan Adriana, Shirley juga memulai bisnisnya berawal dari keresahan di mana banyak produk kecantikan yang harganya terlalu mahal. Kemudian, ia berusaha untuk membuat produk-produk kecantikan dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi dengan kualitas yang sama dengan produk mahal. 

Memulai bisnisnya dengan banyak rintangan, membuat Shirley mengetahui betapa susahnya bagi perempuan lain untuk sukses jika tanpa adanya uluran tangan untuk membantu. Ia pun memberdayakan perempuan lewat edukasi dan donasi yang dilakukan oleh yayasan miliknya.

"Kami punya kelas pemasaran yang dilakukan secara rutin diadakan. Nanti peserta akan membayar fee, yang kemudian didonasikan ke lembaga perlindungan terhadap perempuan," kata Dr. Shirley Masela Oslan.

3. Dita Aisyah - Co-Founder Binar Academy

Sama dengan yang lainnya, Dita Aisyah dan kedua temannya juga memulai Binar Academy berawal dari keresehan mereka. Binar Academy sendiri merupaka platform pendidikan yang mengkhususkan untuk pembelajaran teknologi dan pemograman. 

Awalnya Dita dan teman-temannya kesulitan untuk menemukan talenta-talenta muda yang memiliki kemampuan pemograman yang mumpuni. Menemui fakta seperti itu, mereka akhirnya memutuskan untuk tidak lagi mencari, melainkan membentuk suatu platform yang bisa membantu anak-anak muda menguasai teknologi pemograman. 

Meski bidang IT identik dengan laki-laki, Dita mengungkapkan bahwa ia dan rekannya selalu tak lupa untuk memberdayakan perempuan. Mereka selalui berusaha untuk memperbanyak partisipasi perempuan di bidang IT.

"Fasilitator kami 12,5 persennya adalah perempuan, dan angka itu akan terus didorong bagaimana caranya untuk meningkat. Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan partisipasi perempuan di bidang IT, baik dalam bentuk alokasi lulusan kami maupun dari program beasiswa," kata Dita Aisyah.