Kuburan Ditimbun Sampah di Makassar Apakah Efek dari Panasnya Pilkada?

ERA.id - Ingat tentang sampah yang penuh kuburan di Jalan Andi Tonro, Kota Makassar, beberapa waktu lalu? Konon kabarnya, itu diakibatkan dari panasnya imbas politik Pilkada Makassar belum lama ini.

Akibatnya, hubungan warga dengan sejumlah tokoh masyarakat menjadi renggang dan tak bersinergi dalam menjalankan program-program Pemerintah Kota Makassar.

Selain itu, pemicu lainnya diduga berasal dari keinginan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dalam me-resetting (mengganti) tokoh masyarakat dengan dalih tak dapat merealisasikan programnya bersama Fatmawati Rusdi.

Ada warga yang belum membayar iuran sampah, sehingga pihak kelurahan tak melayaninya dalam hal jasa pengangkutan sampah. Lurah Pa'baeng-baeng saat ditanya soal ini pun membantah.

Sampah menjadi banyak dan menumpuk di kuburan Beroangin, Andi Tonro, karena jalanan yang sempit. "Bohong, tidak benar kabar itu, memang banyak yang bilang seperti itu, tapi kita tetap melayani meski warga belum membayar (iuran sampah)." terang Rauf kepada ERA.id, Selasa (25/5/2021) silam.

Setelah ditelusuri, ternyata beda pilihan politik itu dan hubungan yang tak harmonis antara warga dan tokoh masyarakat benar adanya. Sekretaris DLH Kota Makassar, Iskandar mengaku bahwa kejadian seperti itu tidaklah membuat program Pemkot Makassar tidak berjalan dengan baik.

"Tidak mempengaruhi program pengelolaan sampah di Makassar. Program bank sampah di Makassar menginisasi setiap RW terbentuk bank sampah unit. Imbas dari Pilkada yang lalu salah satunya adanya RW yang tidak bersinergi sama masyarakatnya yang kadang berdampak pada ketidakpatuhan masyarakat dalam hal membuang sampah," sebutnya.

Maka dari itu, Kata Iskandar, Wali Kota Makassar mengambil inisiatif dengan mengganti para tokoh masyarakat dengan pejabat yang baru.

"Oleh itu bapak wali kota pernah merencanakan me-resetting ulang Ketua RW agar dapat bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah kota, tapi kalau ada kejadian seperti itu (masalah sampah) kami dari DLH bersama pak camat dan lurah langsung merespons masalah tersebut."