Beredar Rekaman Bappilu PDIP Sebut Analogi 'Teh Botol Sosro': Siapa pun Capresnya, Wapresnya Puan

ERA.id - 'Kehebohan' di internal kader PDI Perjuangan soal perebutan tiket pilpres 2024 antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani baru saja mereda. Belakangan, beredar di media sosial rekaman suara yang diduga milik Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDIP yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto berkomentar mengenai Puan untuk Pilpres 2024.

Rekaman suara tersebut salah satunya diunggah akun Twitter @sirajapadoha. Rekaman suara tersebut berdurasi 2 menit 20 detik berisi suara diduga Bambang yang ingin Puan maju dalam pilpres. Lalu dalam rekaman beredar yang diterima ERA.id, Bambang Wuryanto yang kerap disapa Bambang Pacul itu mengibaratkan Puan seperti tagline iklan Teh Botol Sosro. Rekaman tersebut diduga diambil usai acara konsolidasi kader PDIP Jawa Tengah di Semarang beberapa waktu lalu.

"Teh Botol Sosro. Apa pun makannya Puan Maharani wakilnya, siapa pun calon presidennya wakilnya PM (Puan Maharani)," ujar Bambang dalam rekaman suara yang diperoleh ERA.id pada Selasa (8/6/2021).

Bambang mengatakan, Puan bisa maju di Pilpres 2024 sebab PDIP memiliki suara yang cukup untuk mencalonkan kadernya sendiri dalam kontestasi pilpres. Dia juga tak menganggap posisi Puan sebagai cawapres akan menjadi persoalan. Sebaliknya, partai lain yang akan ditunjuk sebagai capres yang kemudian dipasangkan dengan Puan pasti akan senang berkoalisi dengan PDIP.

"Kita punya golden tiket, mencalonkan sendiri bisa. Pemilihan presiden itu apa, kalau kita hanya menurunkan pada level wapres, Gerindra dijadikan presiden dari PDIP senang tidak? Senang to pak. Happy to pak," kata Bambang.

Dia lantas membandingkan Puan dengan Ganjar yang dinilainya bukan siapa-siapa. Berbeda dengan Puan yang merupakan anak kandung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Jadi rumusnya Puan Maharani teh botol sosro. Apapun makanannya minumnya teh botol sosro. Ya to? Siapapun calon presidennya wakilnya PM. Masuk akal tidak? Ya pasti masuk to pak. Apakah presidennya Ganjar wakilnya Puan? Yang benar," kata Bambang.

Dalam rekaman tersebut, Bambang juga mengancam akan menemui Megawati apabila rekomendasi capres-cawapres 2024 jatuh pada ke tangan Ganjar Pranowo. Bahkan dia menegaskan siap mundur dari PDIP jika Ganjar yang diusung di Pilpres 2024.

"Kalau rekom jatuh ke Ganjar, Bambang Pacul akan mengundurkan diri dari jabatannya!" kata Bambang.

Saat dikonfirmasi mengenai rekaman tersebut, Bambang belum memberikan tanggapan kepada ERA.id. Pesan singkat yang dikirim melalui WhatsApp masih belum dibaca.

Ketua Dewan Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun menilai, pernyataan tersebut bukan sikap resmi partai melainkan hanya pendapat pribadi dari sesama kader.

"Itu kan pernyataan Bambang, bukan pernyataan partai. Harus dibedakan pernyataan PDIP sebagai pribadi dan sebagai partai," ujar Komarudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (8/6/2021).

Komarudin menegaskan, perihal rekomendasi Pilpres 2024 merupakan hak prerogratif dari Ketua Umum. Sedangkan tugas kader adalah menjalankan apa yang sudah menjadi titah ketua umum.

"Hak prerogratifnya ketua umum memutuskan tanpa memperdulikan hal-hal lain, itu kewenangan khusus, pasukan siap mengamankan," kata Komarudin.