Pandemi Jadi Momentum Percepatan Teknologi di Bidang Pendidikan dan Bisnis

ERA.id - Anggota Komisi I DPR Rizki Sadig menilai setahun hingga dua tahun lalu mungkin tidak terpikir soal situasi hari ini yang begitu bergantung terhadap teknologi. Saat ini teknologi mengisi semua sektor kehidupan termasuk pendidikan dan bisnis.

"Yang paling dirasakan adalah di dunia pendidikan, di mana anak-anak saat ini sudah semuanya melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah secara online, secara virtual, walaupun pemerintah sudah memutuskan bahwa nanti insya Allah di bulan Juli akan melaksanakan tatap muka," kata Rizki dalam diskusi daring, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, pendidikan tidak hanya bicara tentang bagaimana mendapatkan ilmu secara teori, tapi juga bagaimana bersosialisasi dengan teman-teman dan lingkungan. Tapi karena situasi pandemi, maka mulai dari pengajar hingga kurikulum harus disesuaikan dengan kondisi saat ini.

"Negara-negara maju mungkin sudah jauh lebih siap menghadapi itu karena memang sudah mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi sebagai salah satu sarana yang perlu ditingkatkan," katanya.

Ia menilai momentum ini tidak boleh dijadikan sebagai sebuah cobaan, justru harus menjadikannya sebagai momentum dan pijakan awal untuk meningkatkan kapasitas yang mampu menyesuaikan dengan keadaan zaman.

"Pembayaran dulu harus kemana-mana kalau mau transaksi harus bawa uang, harus bawa dompet, harus bawa tas dan sebagainya, hari ini transaksi pembayaran yang hanya dengan transaksi keuangan non tunai, dulu ada ATM hari ini lebih berkembang lagi sudah transfer menggunakan handphone, menggunakan alat bayar OVO atau e-money atau apapun, banyak aplikasi-aplikasi yang kemudian tumbuh berkembang sebagai sarana pembayaran," katanya.

Ia menegaskan masyarakat mau tidak mau harus menyesuaikan dengan keadaan zaman. Sehingga menjadikan momentum ini kesempatan untuk menjadi sesuatu yang lebih produktif.

"Yang hobinya kerja, hobinya jahit, mobilnya buat jualan makanan dan sebagainya silahkan tinggal di foto hasil masakannya dipublis, ditaruh di tempat-tempat online mudah-mudahan bisa membuka lapangan pekerjaan baru, yang hobinya belajar, dalam kondisi anak-anak yang memang usia sekolah cari lah hal-hal yang baru," katanya.