Jangan Pandang Negatif Pertemuan Jokowi-PKS
Ahmad Basarah, Wakil Sekjen PDI Perjuangan menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Sebab, Jokowi merupakan kepala negara yang berkewajiban dekat dengan semua pihak.
"Demikian pengakuan Pak Jokowi bahwa dia sudah bertemu dengan pimpinan-pimpinan partai politik termasuk dengan PKS membuktikan Pak Jokowi juga adalah pemimpin yang merangkul, pemimpin yang ingin mengajak semua kekuatan politik di Indonesia," ujar dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4/2018).
Untuk itu, Basarah meminta semua pihak tidak mengartikan pertemuan Jokowi dengan petinggi parpol karena adanya kepentingan politik. Seperti halnya, pertemuan Jokowi dengan Persaudaraan Alumni 212 pekan lalu.
Baca Juga : PKS Cuma 95 Persen Dukung Prabowo, Ragu?
(Ilustrasi/era.id)
Menurut Basarah, pertemuan itu dilakukan Jokowi guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, bukan untuk memecah belah bangsa. Sama halnya pertemuan Jokowi dengan PKS tersebut, tidak dalam rangka memecah koalisi yang terbangun antara PKS dengan Partai Gerindra.
Baca Juga : Saat PKS-Gerindra Tak Selamanya Bersenyawa
"Harus berpikir yang lebih besar dari itu, bukan semata-mata bangsa ini disibukkan pada hal-hal yang sifatnya politik praktis, politik elektoral. Ingat Pak Jokowi bertemu mereka pimpinan-pimpinan partai politik, ormas Islam dalam kapasitas beliau sebagai Presiden Indonesia," terang dia.
Namun, Basarah mengaku tidak mengetahui lebih jauh apakah dalam pertemuan tersebut, Jokowi memberikan penawaran kepada PKS. Basarah justru mengajak semua pihak menilai pertemuan dalam konteks yang lebih besar.
"Saya tidak tahu persis apa substansi pembicaraan Pak Jokowi dengan pimpinan PKS ya. Tetapi mari kita lihat hal yang lebih besar bahwa pertemuan itu sendiri menggambarkan tidak ada masalah Pak Jokowi dengan semua partai politik, termasuk partai politik yang posisi politiknya tidak bersama-sama dengan partai koalisi pemerintah," jelas dia.
(Infografis/era.id)