Lagi, Warga Binaan Korban Kebakaran LP Tangerang yang Dirawat di RSU Kabupaten Tangerang Meninggal

ERA.id - Warga binaan yang sempat dirawat di RSU Kabupaten Tangerang karena menjadi korban kebakaran Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang meninggal. Warga binaan itu berinisial M.

Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi RSUD Kabupaten Tangerang Hilwani mengatakan M meninggal pada pukul 18.06 WIB, Senin, (13/09/2021). M tak mampu bertahan lantaran luka bakarnya mencapai 25 persen.

"Sekitar 25 persen (luka bakar). Jam 18.06 meninggal. Update banget nih," ujarnya.

Hilwani menuturkan sebelum meninggal M menjalani operasi. Namun, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

"Pagi tadi, sekitar jam 10.00 pagi (operasi). Selesai jam 11-12, kemudian meninggal tadi jam 6 sore," kata Hilwani.

"Operasinya selesai. Cuma memang kondisi dari bapak M ini yang terus memburuk ya," tambah Hilwani.

Hilwani mengungkapkan sebelum operasi, kondisi M sudah dalam keadaan kritis. Namun, bila dibandingkan dengan setelah operasi kondisinya sempat stabil.

"Memang sebelum operasi juga boleh dikatakan kondisinya tidak stabil. Tapi dibanding yang lain sudah lebih baik sebenernya. Memang kondisinya tidak stabil," jelasnya.

Jasad H kini berada di RSU Kabupaten Tangerang. Hilwani mengatakan pihaknya sudah menghubungi keluarga M untuk segera disemayamkan

"Sekarang jenazah masih di ruangan ICU, mungkin sebentar lagi akan dibawa ke ruangan jenazah," katanya.

Jumlah korban yang meninggal bertambah menjadi 47. Sebanyak 41 warga binaan yang meninggal di lokasi. Sebelum M, 5 warga binaan yang meninggal setelah dirawat yakni Hadiyanto Bin Ramli, Adam Maulana Bin Yusuf Hendra dan Timothy Jaya Bin Siswanto. Kemudian, warga binaan lainnya yang berinisial T dan H. Sedangkan, luka-luka 74 orang. 70 dirawat di klinik Lapas Kelas 1 Tangerang, 4 lainnya di RSU Kabupaten.

Hilwani mengatakan kondisi 1 dari 4 warga binaan yang tengah dirawat di RSU Kabupaten Tangerang berinisial I tidak stabil. Kini, dia kondisimya kritis dengan alat bantu pernafasan atau ventilator.

"Tuan I juga perburukan. Iya, tuan I dan M pakai alat bantu napas ventilator. Saat ini tuan I belum bisa diajak komunikasi. Kesadarannya menurun," pungkasnya.