Gatot Nurmantyo Duga TNI Disusupi PKI, Eko Kuntadhi: Modalnya Cuma PKI, Gak Punya Dagangan Lain

ERA.id - Pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang menduga adanya penyusupan kembali pendukung PKI ke tubuh TNI menuai polemik.

Indikasi itu dibuktikan dengan diputarkannya video pendek yang menggambarkan hilangnya sejumlah bukti-bukti penumpasan G30S/PKI di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad.

Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi mengatakan bahwa patung itu digagas tahun 2011-2012 oleh Pangkostrad saat itu Letjen (Purn) Azmyn Y. Nasution. Menurut Eko, penggagasnya izin menarik patung itu karena belakangan dia punya keyakinan dalam agama tidak boleh membuat patung.

Hal itu sesuai dengan pernyataan Kepala Penerangan Kostrad Kolonel Inf Haryantana yang menyebut bahwa bahwa Kostrad tidak pernah membongkar atau menghilangkan patung sejarah penumpasan G30S/PKI (patung Presiden Kedua RI Soeharto, patung Letnan Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo, dan Jenderal AH Nasution) di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad.

Pembongkaran patung-patung tersebut, kata dia, murni permintaan Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution sebagai pembuat ide dan untuk ketenangan lahir dan batin.

"Nah, Gatot langsung menyambar. Mengerek isu PKI. Keji banget..." cuit Eko di akun Twitternya, dilihat Selasa (28/9/2021).

Eko juga menyindir sikap Gatot yang kerap membawa narasi kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Gatot ini punya libido politik luar biasa. Modalnya cuma PKI-PKI melulu. Gak punya dagangan lain," kata dia.

Ia lantas menduga isu kebangkitan PKI sengaja dipelihara setiap tahun karena masih banyak orang yang meyakini isu tersebut. 

"Isu PKI sengaja dipelihara tiap tahun utk memelihara ketololan sebagian pengikutnya," kata dia. 

"Prinsip GN, orang tolol sangat berguna apabila dipergunakan sesuai dengan ketololannya..." tambah dia.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengaku ogah berpolemik terkait dugaan penyusupan pendukung PKI di tubuh TNI.

Ia juga menyebut bahwa pernyataan Gatot tersebut merupakan nasihat senior kepada para prajurit yang masih aktif untuk senantiasa waspada agar lembaran sejarah yang kelam tak terjadi kembali.