"Kondisi Golkar Saat Ini, Akal Sehat Berimpitan dengan Politik"

Jakarta, era.id - Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Zainal Bintang,  mengaku sudah menemui lima sesepuh Golkar, atau yang dia sebut Pandawa Lima, yakni Jusuf Kalla, BJ Habibie, Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, serta Agung Laksono.

Menurut Zainal, pada dasarnya, sesepuh Golkar menyetujui digelarnya musyawarah nasional luara biasa (munaslub) menyikapi ditahannya Setya Novanto. Namun, usulan itu masih terbentur upaya praperadilan yang dilakukan Novanto terkait kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

"Mereka semua setuju penyelesaian dengan Munaslub, namun mengacu pada kebesaran hati Setya Novanto untuk mengundurkan diri. JK sudah didatangi, Aburizal kemarin sudah ketemu, Habibie juga. Semua sudah didatangi tapi sporadis," kata Zainal, dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11/2017).

Sementara itu, Alfan Alfian, tim penulis buku Sejarah Golkar berpendapat, ada tiga cara menyelamatkan Partai Golkar. Cara pertama, mengedepankan akal sehat ketimbang kepentingan politik. Cara kedua, prosedur musyawarah untuk mencari hikmat kebijaksanaan, dan cara ketiga, Setya Novanto legawa mengundurkan diri.

"Kondisi saat ini di Golkar, akal sehat berimpitan dengan kalkulasi politik. Idrus Marham sebagai Plt harus didampingi oleh kekuatan hikmat kebijaksanaan. Pandawa Lima ini adalah representasi hikmat kebijaksanaan di internal Partai Golkar yang punya kredibilitas dalam hal moral politik," ungkapn Alfan.

Alfan juga menekankan, Pandawa Lima Golkar harus mendampingi Idrus Marham selaku Plt Ketua Umum dalam mengambil kebijakan terkait konsolidasi Golkar.

Tag: setya novanto