PKS Tegur Wagub Ariza karena Sambut Penamaan Jalan Ataturk: Mayoritas Rakyat Menolak!

ERA.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons polemik rencana penamaan salah satu ruas jalan di Ibu Kota dengan nama tokoh Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

Di media sosial beberapa waktu lalu, niatan ini dikritik habis-habisan sebab Ataturk dianggap tokoh sekuler Turki dan di sana ia banyak membuat keputusan kontroversi.

Ataturk ialah pendiri sekaligus Presiden Turki yang pertama. Ia memiliki ideologi sekularis dan nasional. Kemal lahir pada 1881 dan meninggal di Istanbul, Turki pada 1938.

Ataturk menjabat presiden sejak 1923-1938.  Dari sana, ia memperkenalkan serangkaian pembaruan luas dalam upaya menciptakan negara modern yang sekuler dan demokratis.

Soal nama jalan Ataturk di Jakarta, Riza bilang, itu adalah kerja sama Indonesia dan Turki. “Jadi sama-sama ini Insya Allah bagian dari kerja sama antara Indonesia dan pemerintah Turki,” kata Riza di Jakarta, Minggu (17/10/2021).

Namun, Riza belum bisa memastikan lokasi ruas jalan yang rencananya akan menggunakan nama presiden pertama Turki itu apakah di Menteng, Jakarta Pusat atau lokasi lain.

Meski begitu, Riza berjanji akan mengumumkan lokasi nama jalan yang rencananya bernama Ataturk itu dalam waktu dekat. “Nanti akan kami sampaikan,” ucap Riza.

Nama Mustafa Kemal Ataturk menjadi sebuah nama jalan di Jakarta, lanjut dia, merupakan keinginan kedua negara.

“Jadi memang ada keinginan dari kedua negara agar ada nama dari kita yang di Turki dan nama tokoh dari Turki di kita,” imbuh Riza.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Majelis Syura PKS yakni Hidayat Nur Wahid mengkritik niatan Pemprov DKI. Dengan gamblang, ia menegur Wagub Ariza.

Kata Hidayat, mayoritas rakyat menolak. Entah bagaimana cara Hidayat mengambil kesimpulan seperti itu, pastinya, Hidayat bilang hubungan Indonesia-Turki bisa ditingkatkan tanpa bikin wacana kontroversi.

"Harusnya Wagub @ArizaPatria, memperhatikan respons Rakyat al dg cuitan2 thd wacana menjadikan Kemal Pasya Ataturk sbgmn nama jalan di Jakarta. Mayoritas mutlak mereka MENOLAK. Harusnya hubungan yg baik Turki Indonesia ditingkatkan, jangan dicederai dg wacana kontroversial spt ini," tutur Hidayat lewat akun Twitter-nya.