Hidupnya Makin Susah, Uang Hasil Kost Diambil Rizky Febian, Teddy Geram: Harus Diperjuangkan Hak Si Dedek

ERA.id - Kehidupan Teddy suami mendiang Lina Jubaedah kini semakin memperihatinkan. Bila sebelumnya gembar-gembor meminta harta warisan Lina Jubaedah, kini Teddy menyerahkan permasalahan itu kepada kuasa hukumnya. Teddy juga pasrah karena uang kos-kosan milik Lina Jubaedah diambil oleh pihak Rizky Febian.

Teddy mengaku sejak tiga tahun lalu, uang kos-kosan tidak pernah berada di tangannya. Sebab, uang kos-kosan diambil oleh sopir mendiang Lina Jubaedah, yang kini jadi sopir Rizky Febian.

"Sampai sekarang dari tahun 2018, yang pertama nggak setor ke saya terus diambil Pak Acet atau Pak Asep dia dulu sopir bunda (Lina Jubaedah) dulu. Tadi ditanyain dibawa Pak Acet. Makanya saya mempertanyakan kenapa uangnya ke sana," ujar Teddy, dikutip dari kanal YouTube Indosiar.

Teddy (Foto: YouTube/Indosiar)

Teddy berencana untuk menjual kos-kosan tersebut karena hidupnya saat ini tengah mengalami kesulitan. Namun, pihak Rizky Febian melarangnya karena itu bukanlah milik suami dari mendiang Lina Juabedah. Teddy geram dan meminta pihak Rizky Febian untuk membuktikannya.

"Tadinya kita mau jual juga jadi mundur. Dari pihak sana ditelepon 'ini bukan punya kang Teddy'. Padahal, secara legalitas tolong dibuktikan kalau memang dari pihak sana mempunyai legalitas buat akte beli, kwitansi beli atau sertifikat mereka pegang," paparnya.

Maka dari itu, Teddy meminta pihak Rizky Febian bisa membuktikan dengan memperlihatkan legalitas kos-kosan. Ia melakukan ini demi memperjuangkan masa depan anaknya, Bintang.

Caption

"Kalau memang Aa Iky atau pihak lain akui kosannya, tolong diperlihatkan legalitasnya. Silahkan dibuktikan dari pihak manapun, kalau diklaim punya si A,B,C. Bukan mau egois, tapi harus diperjuangkan hak si dede. Sebelumnya harus banyak mengalah, banyak difitnah, hoaks, disimpang siur biarlah," tuturnya.

Kepada awak media, Teddy juga memperlihatkan kondisi kos-kosan yang saat ini terbengkalai dan tidak terurus. Ia mengaku selama dua tahun terakhir ini, belum ada orang yang menyewa tempat kos-kosan tersebut.

"Kondisinya sekarang dua tahun tidak ada yang urus. Pandemi tidak ada sewa kamar karena mahasiswa libur, jadi harus banyak di renovasi. Saya waktu ada istri, masih sering ke sini. Saya fokus ke si adek, dua tahun belakang memang kosong sih. Dapur juga berantakan," imbuhnya.

"Pandemi nggak boleh bergerombol dan lebih dari lima orang, akhirnya dari pada risiko meninggal atau covid tergeletak. Jadi kosongin dua tahun, terus mahasiswa pada pulang kampung." lanjutnya.