Marak Gengster Bersenjata Tajam Hingga Tak Segan Lukai Warga Tanpa Alasan Jelas di Tangerang, Polisi Bentuk Tim Khusus

ERA.id - Aksi Gengster anarkis yang marak di Tangerang, membuat masyarakat was-was. Betapa tidak, Gengster yang rata-rata beranggotakan anak di bawah umur ini tak segan-segan menyerang warga tanpa alasan yang jelas.

Untuk menakut-nakuti warga, Gengster yang datang bergerombol ini kerap membawa senjata tajam. Mereka berkonvoi dengan sepeda motor sembari mengacungkan senjata tajam.

Kasie Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi dalam menangani masalah ini. Seperti membentuk tim khusus patroli di wilayah hukumnya untuk mengantisipasi terjadinya balap liar dan aksi Gengster.

"Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek jajaran mengaktifkan patroli namanya Tim Patroli Presisi Polres Metro Tangerang Kota. Kita rutin patroli di waktu rawan yakni pukul 1 sampai 5 dini hari," katanya, Sabtu, (1/1/2021).

Pada Desember ini di wilayah Hukum Polres Metro Tangerang Kota setidaknya terdapat 5 kasus diduga Gengster yang terjadi. Diantaranya, pada Minggu, (5/12/2012) Gengster beraksi di Jalan Raya Cadas, Kabupaten Tangerang, kelompok ini melukai 4 orang. Salah satunya bocah perempuan FP (14) yang mendapat luka bacok pada pipi kanannya.

Belakang diketahui, 4 orang ini merupakan anggota Gengster lawan yang juga terlibat tawuran. Tak hanya itu, kelompok ini juga mengacak-acak warung sekitar lokasi.

Di hari yang sama 4 orang remaja yakni , Ardiansyah, Alpin, Ipul dan Guntur juga diserang oleh kawanan bersenjata tajam. Peristiwa nahas itu terjadi ketika keempatnya hendak menonton balapan liar di Cadas, Sepatan, Kabupaten Tangerang, Minggu (5/12/2021). Sekira pukul 04.00 WIB mereka pun mendapat serangan tak terduga oleh kawanan bersajam yang mengendarai 6 motor di kawasan komplek Grand Tomang, Periuk, Kota Tangerang.

Lalu, di Sepatan, Kabupaten Tangerang gerombolan remaja diduga Gengster beraksi dengan merampas telepon genggam seorang pengemudi ojek online, Kamis, (16/12/2021). Dalam aksinya, remaja itu mengancam menggunakan celurit.

Kemudian, pada Sabtu, (24/12/2021) sekitar pukul 01.30 WIB kelompok bersenjata tajam menyerang warga Jalan Al-hidayah, RT 05 RW 03, Kecamatan Cipindoh yang tengah membeli rokok di warung. Polisi mengkonfirmasi kalau kelompok itu hendaknya melakukan tawuran dengan lawannya.

Lalu, pada Senin, (27/12/2021) sekira pukul 04.00 WIB dini hari, kelompok Gengster berkonvoi sembari mengacungkan senjata tajam di Tomang Regency, Kecamatan Periuk. Geram, warga pun naik pitam dan mengajar salah satu anggotanya. Polisi mengkonfirmasi mereka berasal dari kelompok topi miring yang ingin melakukan tawuran dengan Gengster lainnya.

Sejauh ini polisi telah mengungkapkan kalau mereka mereka merupakan kelompok yang masing-masing memiliki nama. Seperti Gensti Spongebob yang baru-baru ini diamankan oleh jajaran Polsek Jatiuwung. Mereka membuat kelompok untuk melakukan tawuran dengan kelompok lainnya setelah janjian di media sosial.

Abdul mengatakan pihaknya tegas dalam menanggulangi persolan ini. Tak hanya pembinaan pihaknya juga menerapkan hukum yang berlaku. Seperti anggota Gengster yang kedapatan membawa Senjata Tajam akan dijerat pasal 170 KUHP Juncto pasal 2 ayat 1 UU Darurat Republik Indonesia nomor 12 tahun 1951 tentang kedapatan membawa senjata tajam di muka umum. Sekalipun pelakunya anak di bawah umur.

"Kalau kedapatan remaja yang bergerombol Diperiksa kalo bawa Sajam kita lakukan tindakan hukum pasal UU darurat, itu sudah niat. Kalau anak di bawah umur sama, kan sudah ada undang-undangnya (UU darurat). Kan ada peradilan anak dan LP anak," tegas Abdul.

Dia mengungkapkan terdapat sejumlah pelaku yang terlibat dalam aksi Gengster telah ditahan dan diadili secara hukum. "Ada, tapi kita datanya yang komplit di Reskrim," imbuhnya.

Dal hal pembinaan bila anak yang diamankan tak membawa senjata tajam atau hal yang dilarang lainnya maka akan diserahkan kepada orang tua. Polres Metro Tangerang Kota bakal memanggil pihak sekolah, orang tua dan membuat surat pernyataan untuk tak mengulangi perbuatannya.

Dari hasil pemeriksaan sejumlah anak yang diamankan kata Abdul alasan mereka terlibat dalam aksi Gengster ini adalah untuk mencari jari diri. "Mereka hanya kumpul temen lewat medsos, Facebook dia nongkrong, mereka hanya ingin menunjukkan jati diri mereka. Menunjukkan bahwa mereka berani, karena mereka gak ada hal positif yang dilakukan," pungkasnya.