Joe Biden Girang Pimpinan ISIS Tewas Akibat Bom Bunuh Diri: Berkat Keberanian Pasukan Kami!

ERA.id - Pemimpin ISIS Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurayshi dinyatakan tewas pada Rabu (1/2/2022). Al-Qurayshi tewas dalam serangan kontraterorisme Amerika Serikat dengan cara meledakan bom bunuh diri.

Mendengar hal tersebut , Presiden Amerika Serikat Joe Biden resmi mengumumkan tewasnya pimpinan ISIS itu pada Kamis (2/2/2022) waktu setempat. Biden mengatakan serangan itu dilakukan oleh pasukan khusus yang mengepung Qurayshi.

"Berkat keberanian pasukan kami, pemimpin teroris yang mengerikan ini tidak ada lagi," kata Biden, dikutip CNN, Jumat (4/2/2022).

Qurayshi meledakkan dirinya ketika pasukan AS mendekati komplek perumahan yang ditempatinya. Ledakan itu mengakibatkan banyak korban sipil berjatuhan, termasuk keluarganya sendiri.

Biden mencatat tidak ada korban yang berasal dari pasukan Amerika Serikat, namun dia berpesan kepada pasukan khusus untuk meminimalisir korban berjatuhan yang datang dari warga sipil.

"Mengetahui bahwa teroris telah memilih untuk mengelilingi dirinya dengan keluarga, termasuk anak-anak, kami membuat pilihan untuk mengejar serangan Pasukan Khusus dengan risiko yang jauh lebih besar bagi rakyat kami sendiri daripada menargetkannya dengan serangan udara," jelasnya.

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa kematian Qurayshi "memberikan pukulan telak bagi ISIS" dan menggarisbawahi komitmen AS untuk memberantas ancaman teroris.

Empat warga sipil dan lima orang tewas dalam serangan itu. Sementara pasukan khusus AS berhasil mengevakuasi 10 orang, termasuk delapan anak-anak, dari lantai pertama dan kedua gedung itu.

Namun kelompok pertahanan sipil Suriah White Helmets mengatakan 13 orang tewas akibat bom bunuh diri tersebut, termasuk enam anak-anak dan empat wanita.

Sekretaris pers Pentagon John Kirby mengatakan serangan itu berlangsung selama dua jam. Saat tiba di pemukiman, pasukan AS mengumumkan kehadiran mereka dan meminta warga yang berada di dalam gedung untuk pergi adn menjauh dari lokasi. Namun beberapa saat kemudian, bom bunuh diri itu meledak dan menewaskan Qurayshi, istri, dan anak-anaknya.

"Beberapa saat kemudian, bom bunuh diri meledak, membunuh Qurayshi, istri dan anak-anaknya, meledakkan tubuh mereka di luar gedung dan ke tanah sekitarnya. Ledakan itu terjadi sebelum pasukan AS memasuki gedung," kata para pejabat.

Pejabat senior pemerintah AS mengatakan pihaknya tahu Qurayshi tinggal di kompleks tersebut beberapa bulan lalu. Qurayshi dan keluarganya pun diketahui tidak pernah meninggalkan tempat tinggalnya di lantai tiga dan menjalankan operasi teror melalui jaringan kurir.

Sementara keluarga yang tidak memiliki hubungan dengan ISIS diketahui tinggal di lantai pertama. Diduga keluarga tersebut tidak mengetahui ada teroris yang tinggal di dua lantai atas mereka.

Serangan terjadi setelah ISIS menyerang penjara Suriah. ISIS menunjuk Qurayshi sebagai pemimpin barunya pada November 2019, di saat yang sama ketika kelompok teror itu mengkonfirmasi al-Baghdadi telah terbunuh.